19 Falsafah Ronggo Warsito yang Sebaiknya Diketahui Hotelier

19 Falsafah Ronggo Warsito yang Sebaiknya Diketahui Hotelier

Editor Ajar

19 Falsafah Ronggo Warsito yang Sebaiknya Diketahui Hotelier

AJAR.id – Hello Ajarian! Dalam pergaulan global sekarang ini, seyogyanya Kamu mengenal dan mengingat kembali pesan dari leluhurmu yang jika diresapi, direnungkan, dan dipelajari, maka masih sangat relevan dengan kehidupan di dunia yang serba modern seperti sekarang ini.

Berikut adalah Falsafah dari Ronggo Warsito untuk mengingatkan kepada kita semua, termasuk penulis yang menyadur tulisan ini.

1. Rejeki iku ora iså ditiru
Setiap orang telah memiliki jatah rezekinya sendiri-sendiri dan yang bisa kita lakukan adalah bersyukur atas apa yang kita miliki. Rezeki itu macam-macam bentuknya, misalnya sehat, sandang, papan, dan pangan.

2. Senajan pådå lakumu
Mungkin apa yang Kamu lakukan sama dengan rekan kerjamu diwaktu yang sama dalam sebuah hotel, tapi rezeki sudah diatur. Jika kita melihat orang lain bisa mendapatkan lebih, mungkin saja mereka lebih bekerja keras dibalik apa yang kita lihat.

3. Senajan pådå dodolanmu
Produk yang dijual bisa saja sama, tetapi hasilnya mungkin berbeda. Karena bisa saja cara jualan mereka berbeda.

4. Senajan pådå nyambut gawemu
Walau yang dikerjakan sama, namun hasil akhir dapat berbeda. Syukuri saja apa yang telah diperoleh dan cari cara lain untuk memperbaiki.

5. Kasil sing ditåmpå bakal bedå-bedå
Hasil akhir bisa berbeda, namun jika rezeki yang diterima dari hasil dan cara yang baik, maka keberkahan dan kebahagiaan akan menghampiri.

6. Iså bedå nèng akèhé båndhå
Setiap orang ditakdirkan memiliki jumlah harta yang berbeda-beda sesuai dengan kehendak Yang Maha Kuasa.

7. Iså ugå ånå nèng Råså lan Ayemé atiyaiku sing jenengé bahagia
Walau jumlah hartanya berbeda-beda, namun tingkat kebahagiaannya juga bisa berbeda. Orang yang jumlah hartanya sedikit bisa saja lebih bahagia karena telah mensyukuri nikmatNya.

8. Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså
Semua kebahagiaan itu datangnya dari Tuhan YME, berkat kasih dan sayangNya maka kita diberikan kebahagiaan. Intinya, kebahagiaan tidak diukur dari seberapa besar kita memiliki harta, namun bagaimana kita berterima kasih kepada Tuhan.

9. Såpå temen bakal tinemu
Kebahagiaan dan rezeki akan datang bagi mereka yang telah bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proses yang akan dilalui, dalam situasi mudah dan susah, suka dan duka.

10. Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå
Kesuksesan dan kebahagiaan dapat diraih bagi siapa saja yang berani untuk bersusah payah dalam menyongsong cita-citanya dengan tangan terbuka untuk melakukan apa yang harus mereka kerjakan.

11. Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi
Kebahagiaan diukur bukan dari banyaknya harta, namun dari tingkatan keberkahannya yang dapat menjadikan cukup atau tercukupi dalam memenuhi kebutuhan hidup.

12. Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwås
Sudah digariskan oleh takdir bahwa semua yang hidup itu sudah diberikan bekal oleh Yang Maha Kuasa. Tugas kita adalah mengambil bekal tersebut dengan sebaik-baiknya dengan cara melangkah.

13. Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané
Jalan hidup dan rezeki itu sudah ada, dekat, selayaknya udara yang kita hirup untuk bernafas. Tugas kita adalah mencari, mendekatkan diri kepada jalan tersebut dengan cara-cara bijak untuk menggapainya.

14. Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé, nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå
Terkadang manusia itu silau mata dan gelap hati. Yang jauh kelihatan berkilau dan menarik hati, tetapi yang dekat di depannya dan menjadi tanggung jawabnya disia-siakan tak ada guna. Jadi, kerjakan dengan sebaik-baiknya apa yang di depan mata dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

15. Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati
Kita sudah diberikan bekal rezeki oleh Tuhan, bekal tersebut disiapkan dari mulai kita terlahir hingga meninggalkan dunia ini.

16. Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet
Namun, walau sudah dibekali rezekinya masing-masing, terkadang kemauan manusia itu tak terbatas, semua dirasa kurang yang membuat ruwet di hati dan pikiran. Seyogyanya kita berpikir positif bahwa apa yang terjadi adalah anugerah dan rezeki dari Tuhan.

17. Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné
Petuah orang tua, jalanilah apa yang saat ini bisa dikerjakan dan jangan berharap lebih untuk yang belum ada, boleh bermimpi asal realistis. Kalau mimpimu itu milikmu pasti akan ketemu. Kalau bukan jatahmu, apalagi sampai merebut milik orang lain dengan cara tidak baik, itu akan membuat hidupmu merana, sengsara, dan angkara murka. Semua yang kamu dapatkan dengan cara itu akan sirna kembali ke asalnya.

18. Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé
Apabila ketentraman dan kebahagiaan itu bisa dibeli oleh harta, alangkah sengsaranya orang-orang yang tidak punya. Jadi harta dan tahta bukanlah segalanya untuk mencapai kebahagiaan batin.

19. Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG
Untungnya, ketenteraman bisa dimiliki oleh siapa saja yang tidak mengagungkan keduniawian, suka berbagi, menolong orang lain, dan mensyukuri nikmatNya.

Sahabat Ajarian, demikian falsafah Ronggo Warsito ini ditulis, semoga menginspirasimu dalam menajalani kehidupan sebagai hotelier.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Related Article

AJAR in The News