Pentingnya Senyuman Bagi Hotelier

Pentingnya Senyuman Bagi Hotelier

Editor Ajar

Pentingnya Senyuman Bagi Hotelier

AJAR.id – Hello Ajarian! Pernahkah Kamu mendengar ungkapan "Jika tidak bisa tersenyum, jangan buka toko"? Pribahasa dari negeri bambu tersebut sangat layak kita pelajari bagi kita yang berprofesi sebagai seorang hotelier

Sebagai pekerja profesional di hotel, kita seharusnya bangga karena tugas utama kita adalah membuat pengalaman tamu merasa menyenangkan ketika mereka tinggal di hotel kita. Pastinya, dalam menjaga guest experience. kita harus menampilkan wajah "senyum tulus" kita. 

Lalu, kenapa kita harus tersenyum, kapan kita tersenyum, dan apa manfaatnya bagi kita dan orang lain?

Nah, dalam artikel ini AJAR.id akan sharing tentang berbagai manfaat dari sebuah senyuman dan kapan saja kita dapat menerapkannya di hotel kita. 

Seperti kita ketahui bahwa "senyuman" memiliki peranan yang besar dalam sebuah pelayanan. Itulah alasannya mengapa Manajermu mungkin saja selalu memintamu untuk selalu tersenyum ketika bekerja. Tujuan utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk "menciptakan sebuah pengalaman yang unique dan authentic bagi para tamu hotelmu".

Jika kita renungkan, ungkapan pribahasa "jangan buka toko kalau tidak bisa senyum" bermakna bahwa sebagai seorang hotelier, kita harus mampu untuk "menjaga toko kita" agar para tamu merasa dihargai dan dihormati.

Aura positif yang Kamu berikan melalui senyuman juga dapat menyumbangkan kesan positif dari tamu terhadap hotel. Jadi intinya adalah departemen kita adalah "toko" kita bersama yang harus kita jaga agar terus laku. Salah satu syaratnya adalah ramah terhadap tamu dengan selalu memberikan "senyuman" ketika kita bekerja.

Selain untuk menghargai dan menghormati tamu, ternyata senyuman yang positif juga sangat bermanfaat bagi kesehatan baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain. 

Lalu, kapan saja sih kita harus tersenyum?

Senyuman haruslah kita berikan sesuai dengan situasi yang kita hadapi, jika kita senyum-senyum sendiri tanpa ada lawannya nanti dikiranya kita "koplak" hahahaa

Jadi senyuman harus disesuaikan dengan konteksnya. Misalnya:

  • Pada saat pertama kali ketemu tamu, nah pada momen ini sangat penting bagi kita untuk memberikan senyuman sebagai rasa penghargaan kita terhadap tamu yang telah memilih hotel kita. Upayakan untuk tersenyum ketika kamu sudah ada "eye contact" dengan tamu. Dengan begitu, maka kita telah berupaya memberikan sinyal untuk menyambut kedatangan tamu. 
  • Ketika saat ingin memeriksa kualitas layanan, ketika kamu akan menanyakan rasa makanan, pengalaman menginap dan hal-hal lain yang bertujuan untuk berinteraksi dengan tamu, maka "tersenyumlah" terlebih dahulu sebelum memulai percakapan. 
  • Ketika berpapasan dengan tamu di koridor, lobby atau public area. Cukup tersenyum dan ucapkan salam ketika jarak sudah dekat dengan tamu.
  • Saat tamu selesai menggunakan layanan kita, misalnya pada saat tamu akan meninggalkan restoran setelah dinner atau pada saat tamu akan check out dari hotel.

Bagaimana jika tamu tidak merespons senyuman kita dengan "senyum". Jawabannya tidak masalah yang penting kita sudah berupaya yang terbaik untuk memberikan kesan dan aura yang positif. Intinya, yang harus kita lakukan adalah "berpikir positif", mungkin tamunya lagi banyak pikiran jadi lagi enggak fokus lihat kita dan jangan "baper". 

Jadi, sebagai hotelier yang jempolan maka "senyuman" sangat penting untuk selalu kita lakukan untuk memberikan pengalaman yang unique dan authentic pada semua tamu hotel kita termasuk para supplier, kandidat yang sedang antri wawancara dengan HRD, dan siapa pun yang melintasi area kerja kita. Dengan begitu, kita akan selalu belajar untuk menjadi pribadi yang ramah dan rendah hati seperti yang diajarkan oleh para sesepuh hotelier kita. 

Sudahkah kamu tersenyum manis hari ini?

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News