11 Penyebab Terjadinya Kesalahpahaman Akibat Perbedaan Budaya

11 Penyebab Terjadinya Kesalahpahaman Akibat Perbedaan Budaya

Editor AJAR.id

11 Penyebab Terjadinya Kesalahpahaman Akibat Perbedaan Budaya

AJAR.id – Hello Ajarian! Bekerja di hotel memberikanmu kesempatan untuk bertemu dengan berbagai tamu dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Menemui keragaman budaya tentu akan memperluas wawasan dan pengalaman yang Kamu miliki.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah adanya kemungkinan masalah yang timbul dari perbedaan budaya tersebut. Kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan dan kebutuhan budaya berikut:

1. Kendala bahasa
Masalah akibat kendala bahasa bisa terjadi saat satu pihak mengira mereka menggunakan kata dalam konteks yang sesuai, tetapi ternyata disalahartikan oleh pihak lain. Kurangnya pemahaman yang komprehensif tentang suatu bahasa dapat menyebabkan banyak masalah yang dihadapi.

Selain itu, hindari menggunakan terlalu banyak istilah lokal. Orang-orang dari latar belakang bahasa yang berbeda juga bisa bingung, malu atau tersinggung oleh penggunaan istilah lokal sehingga ini sebaiknya dihindari.

2. Sapaan dan panggilan
Budaya yang berbeda bisa menggunakan sapaan yang berbeda untuk memanggil seseorang. Sebagai contoh yaitu penggunaan sapaan dalam bahasa Inggris seperti Mr, Mrs, dan Miss).

Kegagalan untuk menggunakan sapaan yang tepat tidak selalu mengindikasikan kurangnya rasa hormat, atau niat untuk menyinggung tetapi tetap dapat membuat kebingungan, kesalahpahaman dan menjadi indikasi kurangnya pengetahuan dan kepedulian terhadap budaya yang relevan.

Misalnya, para tamu mungkin merasa bahwa jika Kamu tidak dapat menyapa mereka secara tepat maka Kamu tidak dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka yang berbasis budaya.

3. Tingkat formalitas
Bersikap profesional adalah hal yang wajib dilakukan saat bekerja, profesionalitas ini bisa dicapai dengan menerapkan etika kerja yang berlaku di lingkungan kerjamu.

Tiap hotel memiliki aturan yang berbeda-beda, ada yang memilih gaya pelayanan yang santai dan ada pula yang sangat formal. Tingkat formalitas yang Kamu terapkan harus mengikuti aturan dan menyesuaikan situasi. Ada tamu yang merasa terganggu dengan pelayanan yang terlampau akrab, atau merasa pelayanan terlalu kaku saat staf bersikap sangat formal. Kenali situasi dengan baik untuk menentukan pelayanan seperti apa yang patut Kamu berikan kepada tamu.

4. Nonverbal behavior
Ada kalanya seseorang menggunakan bahasa nonverbal dalam konteks yang salah. Hal ini umumnya disebabkan dari kurangnya pengetahuan, bukan karena disengaja. Komunikasi nonverbal memiliki dampak yang besar dalam sebuah komunikasi, sehingga Kamu harus waspada terhadap kesalahpahaman dan potensi salah tafsir dalam hal ini.

Kamu harus proaktif dalam mengidentifikasi bentuk-bentuk isyarat non-verbal yang 'baik' dan 'buruk' dari budaya yang sering Kamu temui. Jika Kamu tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahasa tubuh negara atau budaya lain, pilihan terbaik adalah menghindari menggunakan terlalu banyak gerakan dalam berkomunikasi, untuk berjaga-jaga agar tamu tidak tersinggung.

5. Etika kerja
Secara umum, customer mengharapkan agar setiap staf hotel memiliki etika kerja yang sesuai. Etika yang baik misalnya dengan tidak mengabaikan customer. Saat customer merasa diabaikan, mereka bisa merasa kecewa dan marah. Hal yang membahayakan adalah apabila customer berasumsi bahwa Kamu mengabaikan mereka karena mendiskriminasi perbedaan latar belakang budaya customer.

Masalah serupa dapat dalam hubungan antar staf. Seseorang yang tampak bekerja keras dapat dianggap ‘menjilat’ atasan kemudian dikucilkan.

6. Grooming dan cara berpakaian
Para staf hotel diharuskan untuk mematuhi aturan grooming dan cara berpakaian yang berlaku, namun tidak dengan customer. Penampilan customer tentu tidak akan sama dan bisa dipengaruhi oleh negara atau budaya mereka. Kamu tidak boleh membedakan pelayanan dengan melihat ‘tampilan luar’ para customer. Hargai penampilan mereka dan berikanlah pelayanan yang profesional.

7. Higienitas
Perbedaan budaya juga bisa mempengaruhi tingkat kebersihan diri individu. Misalnya, customer dari negara bersuhu dingin cenderung jarang mandi. Hal seperti ini harus bisa Kamu pahami, jangan sampai Kamu membuat komentar negatif yang bisa menyinggung pihak lain.

8. Status sosial
Berkenaan dengan tamu, penting bagi Kamu untuk memahami bahwa peran dan status wanita dapat berbeda antar budaya. Beberapa budaya lain menganggap laki-laki sebagai pemegang status utama dan akan mengharapkan komunikasi Anda ditujukan hanya pada mereka, tentang masuknya perempuan ke dalam percakapan sebagai tidak sopan atau tidak perlu.

9. Perayaan hari besar tertentu
Orang yang datang dari negara dan latar belakang agama berbeda mungkin memiliki hari besar tertentu yang harus dirayakan (misalnya hari natal, hari raya Idul fitri, dll.). Mereka membutuhkan waktu untuk mengambil cuti (bagi staf), atau diberi ruang untuk merayakannya. Kamu harus menghargai hal-hal tersebut.

10. Adat istiadat dan kepercayaan
Terdapat berbagai adat istiadat dan kepercayaan yang menciptakan adanya perbedaan antar individu. Kuncinya dalam menghadapi perbedaan ini adalah memahami bahwa Kamu tidak perlu menerapkan adat istiadat dan kepercayaan tersebut, namun cukup menghargai dan menghormatinya.

11. Preferensi produk
Orang dari negara dan budaya yang berbeda memiliki kebutuhan, keinginan dan preferensi yang berbeda pula. Preferensi tersebut dapat berkaitan dengan:

  • Keinginan untuk mencoba sesuatu yang tidak ada di negara mereka, seperti makanan khas, pakaian adat, wisata lokal, dll.
  • Keinginan untuk mencoba sesuatu yang menjadi ciri khas negara mereka sendiri saat berada di negara lain
  • Kebutuhan atas produk yang memenuhi kepercayaan religi mereka. 

Itulah 11 penyebab terjadinya kesalahpahaman akibat perbedaan budaya yang umum terjadi. Kamu harus selalu berusaha mencegah terjadinya kesalahpahaman, dengan mempertimbangkan latar budaya yang ada. Saat menghadapi situasi seperti ini, cobalah untuk menilai dari berbagai sisi agar bisa menemukan solusi yang terbaik.

Baca juga: 4 Tips Komunikasi Lintas Budaya (Cross-Cultural Communication)

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News