21 Jenis Internal Report Hotel yang Harus Kamu Ketahui

21 Jenis Internal Report Hotel yang Harus Kamu Ketahui

Editor AJAR.id

21 Jenis Internal Report Hotel yang Harus Kamu Ketahui

AJAR.id ─ Hello Ajarian! Pada pembahasan artikel ini, AJAR.id akan menjelaskan tentang jenis-jenis internal report yang dibuat oleh hotel.

Tiap internal report memiliki fungsinya masing-masing, bisa untuk dijadikan acuan dalam membuat perencanaan bisnis, pendataan untuk arsip hotel hingga sebagai perkiraan situasi yang akan datang. Oleh karena itu, sebagai hotelier, hal ini sangat penting untuk Kamu Ketahui.

 Apa saja kah internal repot yang harus diketahui?

  1. Arrivals Report, daftar kedatangan tamu pada hari tersebut yang diurutkan sesuai abjad.
  2. Departures Report, daftar kepulangan tamu pada hari tersebut yang diurutkan sesuai abjad.
  3. No Show Report, daftar tamu yang tidak datang (no-show).
  4. Room Status Report, rincian status kamar, apakah bersih, kotor, kosong, tersedia, dalam perbaikan, dsb.
  5. Special Request Report, daftar permintaan khusus dari tamu yang harus disiapkan dalam kamar sebelum kedatangan mereka. Misalnya champagne, buah-buahan, ranjang bayi.
  6. Occupancy Forecast Report, biasanya dicetak perbulan, digunakan untuk memprediksi persentase occupancy hotel satu bulan ke depan.
  7. Average Room Rates Report, dilihat dari total revenue kamar dalam satu hari dibagi jumlah kamar yang terisi.
  8. Multiple atau Double Room Occupancy Report, melampirkan data kamar yang berisi lebih dari satu tamu.
  9. Guest List by Name Report, daftar nama tamu sesuai urutan abjad.
  10. Guest List by Room Report, daftar kamar yang terisi, dimulai dari nomor kamar terkecil sampai terbesar dan diikuti dengan nama tamu yang menghuni.
  11. Travel Agents’ Commission Report, berisi jumlah komisi yang harus diberikan hotel pada travel agent yang telah bekerja sama.
  12. Special Packages Report, laporan berapa banyak paket (beserta jenisnya) yang berhasil dijual hotel pada periode tertentu.
  13. Market Segment Report, laporan yang menampilkan segmen pasar hotel.
  14. Rooms Out of Order Report, daftar kamar yang sedang dalam perbaikan atau tidak bisa digunakan sementara waktu beserta durasinya.
  15. Daily Room Revenue Summary Report, laporan total revenue kamar dalam satu hari.
  16. Daily Revenue Summary Report, laporan revenue masing-masing departemen (F&B, room service, dan lain-lain) dalam satu hari.
  17. Weekly Trading Summary Report, laporan mingguan total revenue
  18. Monthly Trading Summary, laporan bulanan total revenue
  19. Year-to-Date Report, berisi laporan akumulasi revenue hotel dalam periode 12 bulan.
  20. In-House Activity Report, laporan ini memuat: kamar terisi, perkiraan kedatangan, perkiraan tamu stayover, perkiraan kepulangan, tamu walk-in, no-show, ketersediaan kamar, persentase occupancy hotel, kamar O.C (Free Of Charge), kamar yang tidak bisa dipakai, serta occupancy kamar single dan multiple.
  21. Special Report, merupakan laporan yang dikhususkan untuk kasus tertentu seperti misalnya blacklist report.

Cukup banyak bukan? Untuk hotel skala besar, laporan internal bisa lebih spesifik lagi, Ajarian. Jangan lupa perluas wawasanmu lagi dengan membaca artikel Pentingnya Arrival List dalam Menyambut Kedatangan Tamu ya!

Baca juga: Kenapa Kita Harus Mengecek Departure List?

Salam Jempol!

By Inas Nadiyah

Recommended Posts

AJAR in The News