3 Tujuan Spesifik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Perhotelan

3 Tujuan Spesifik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Perhotelan

Editor AJAR.id

3 Tujuan Spesifik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Perhotelan

AJAR.id – Hello Ajarian! Paling tidak dalam satu tahun sekali diperlukan evaluasi dan analisis mengenai pelaksanaan pekerjaan para pekerja dan kegiatan yang berlangsung di area kerja itu sendiri.

Hal ini akan memungkinkan industri untuk mengukur tingkat kemajuan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap tujuan yang dicapai serta untuk menentukan perubahan yang diperlukan pada saat tersebut atau di kemudian hari.

Memahami tujuan yang akan dicapai oleh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu bagian dari tahap evaluasi performa K3 di area kerja, selain keempat hal lain yang akan dibahas di artikel selanjutnya.

Dengan membuat skala perbandingan antara tujuan yang ingin dicapai dan yang telah dicapai, suatu industri perhotelan akan dapat benar-benar menjaga dan meningkatkan performa kerjanya (khususnya yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja).

Tujuan yang akan dicapai harus memenuhi standar dan persyaratan hukum yang telah ditetapkan oleh undang-undang bagi perusahaan di Indonesia, serta memastikan keselamatan dan keamanan area kerja bagi seluruh karyawannya.

Proses evaluasi terhadap sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat dilakukan dengan cara parsial—misalnya melalui pelatihan, kebijakan, inspeksi area kerja, atau pengembangan SOP—atau menyeluruh.

Dalam hal mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja penting diperhatikan berbagai program dan strategi apa saja yang telah dikembangkan dan diterapkan demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Tujuan atau sasaran yang dimaksudkan tersebut dapat melibatkan strategi, komitmen, peran dan tanggung jawab, dan termasuk lingkungan kerja industri itu sendiri. Misalnya seperti:

  1. Tujuan strategis:
  • Strategi keselamatan dan kesehatan kerja akan terus dikembangkan dalam kurun satu tahun sekali demi memperbaiki keselamatan dan kesehatan seluruh entitas.
  • Sistem serta program keselamatan dan kesehatan kerja terus dipantau, ditingkatkan, dan diuji demi meningkatkan standar serta kinerja industri.
  1. Komitmen dan tanggung jawab:
  • Komitmen industri terkait keselamatan dan kesehatan kerja akan diberlakukan di setiap jenjang posisi.
  • Tingkat kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi akan diterapkan di setiap jenjang posisi.
  • Seluruh pihak manajemen bertanggung jawab dalam menunjang keselamatan dan kesehatan setiap karyawan.
  • Semua pekerja akan sebaik mungkin menjaga keselamatan dan kesehatan kerja baik kepada diri sendiri maupun seluruh rekan kerja.
  • Tanggung jawab khusus, terperici, akan benar-benar dipahami oleh seluruh karyawan.
  1. Lingkungan kerja:
  • Semua pelaksanaan dan prosedur keselamatan dan kesehatan di area kerja akan dipantau dan diperbaiki secara teratur.
  • Melakukan konsultasi dan komunikasi resmi dengan pihak HSR (Human Safety and Risk Management/Departemen Keselamatan dan Manajemen Risiko) dan pekerja terkait seluruh permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Semua peristiwa kecelakaan dan KNC (Kejadian Nyaris Cedera) akan segera dilaporkan, diperiksa, dan ditangani secara seksama dan berkelanjutan.
  • Tujuan dari pemeriksaan adalah untuk menentukan penyebab kecelakaan guna membuat tindakan pencegahan di kemudian hari.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa tujuan atau sasaran pelaksanaan keselamatan dan kesehatan merupakan satu dari lima bagian evaluasi penanggulangan risiko, empat hal selanjutnya akan Kamu temukan pada pembahasan selanjutnya.

Untuk itu, baca juga Meningkatkan Sepak Terjang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Perhotelan.

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News