5 Fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Hospitality Industry

5 Fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Hospitality Industry

Editor AJAR.id

5 Fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Hospitality Industry

AJAR.id – Hello Ajarian! Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memang sudah menjadi bagian penting dalam setiap pekerjaan, tak terkecuali dalam Hospitality Industry. Namun demikian, seberapa jauh kah Kamu memahami fungsi K3 di tempatmu bekerja? Melalui artikel ini Kamu akan belajar untuk memahami fungsi K3 tersebut.

Secara umum fungsi K3 sudah menjadi bagian dalam masa pengenalan atau orientasi dan segala informasi yang berkaitan dengan hal itu pun harus dapat diakses oleh setiap staf pada saat pertama kali Kamu masuk ke salah satu tempat pekerjaan.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bagi suatu perusahaan untuk mengagendakan pengenalan fungsi dan peran K3 secara khusus melalui pertemuan atau pelatihan. Selain memang setiap perusahaan umumnya memiliki staf K3 sendiri, kegiatan-kegiatan pengenalan K3 tersebut memang sengaja dirancang sebagai bagian dari agenda perusahaan terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja setiap karyawannya.

Dalam hospitality industry Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara umum berfungsi untuk:

  1. Memberikan pengarahan dalam mengoperasikan suatu perlengkapan/peralatan dan sistem dengan cara yang benar.
    Hal ini bertujuan untuk menghindarkan staf dari kesalahan penggunaan suatu alat atau sistem sehingga dapat menyebabkan kerugian atau bahkan cedera. Hal ini semestinya sudah terangkum dalam deskripsi pekerjaan (Job Description) pada saat awal seorang staf mulai bekerja.
  2. Mengidentifikasi dan melaporkan suatu kejanggalan yang terjadi pada peralatan atau sistem kepada pihak penanggung jawab.
    Kemampuan untuk mengenali suatu permasalahan yang terjadi terhadap suatu permasalahan, atau setidaknya memberikan laporan cepat kepada pihak penanggung jawab, akan sangat membantu dalam mengefisienkan waktu dan mencegah terjadinya kerusakan atau korban.
  3. Melakukan perawatan dan perbaikan peralatan serta sistem.
    Setiap peralatan dan sistem tentu memiliki cara penanganan tersediri untuk perawatan dan perbaikannya. Beberapa bahkan membutuhkan penanganan khusus yang hanya sebaiknya dilakukan oleh tim ahli tertentu atau bahkan tim pemelihara yang secara langsung disediakan oleh pihak pembuat alat atau sistem tersebut. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi setiap karyawan untuk dapat melakukan tindakan perawatan dan perbaikan umum sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan baik.
  4. Mengikuti prosedur pelaporan kecelakaan, cedera, dan kemungkinan terjadinya kesalahan teknis pada suatu peralatan maupun sistem dalam ruang lingkup internal.
    Dalam pelaksanaan pekerjaan tentunya segala sesuatu dapat terjadi, termasuk hal-hal yang tidak diharapkan seperti kecelakaan, cedera, atau pun kesalahan teknis baik dari tingkat rendah atau yang bersifat fatal. Salah satu fungsi dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam suatu pekerjaan adalah menunjukkan prosedur pelaporan bila hal-hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi dalam ruang lingkup pekerjaan internal.
  5. Mematuhi Prosedur Operasi Standar (SOP) yang diberlakukan dalam suatu ruang lingkup pekerjaan sehingga alur kerja yang dilakukan berjalan dengan lancar dan aman.
    Mematuhi prosedur dan tata cara suatu sistem kerja akan sangat membantumu dalam meningkatkan performa atau keahlian dalam bidang yang sedang kamu tangani.

Nah, setelah mengetahui fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempatmu bekerja, Kamu diharapkan dapat melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab dengan semestinya. Setidaknya, bila ada sesuatu hal yang tidak diharapkan terjadi ketika sedang bertugas, Kamu tahu langkah apa yang dapat dilakukan dan bagaimana cara mengatasinya. Dan satu hal yang tidak boleh kamu lupakan, tetap belajar dan berlatih, ya!

Baca juga: Menyampaikan Informasi K3 kepada Karyawan

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News