5 Jenis Teknik Closing Penjualan yang Ampuh!

5 Jenis Teknik Closing Penjualan yang Ampuh!

Editor AJAR.id

5 Jenis Teknik Closing Penjualan yang Ampuh!

AJAR.id – Hello Ajarian! Closing atau sales closing merupakan proses mengajukan pertanyaan kepada customer untuk meminta jawaban yang memberikanmu izin untuk menyelesaikan transaksi. Proses ini melibatkan adanya produk/service dan uang.

Teknik closing adalah strategi yang digunakan untuk mendorong customer membuat keputusan pembelian. Ada beragam teknik closing penjualan, tergantung dari jenis produk yang dijual, tipe customer, situasi saat transaksi, dan tentunya, apakah Kamu nyaman atau tidak untuk menerapkan teknik tersebut.

Apa saja jenis teknik closing penjualan yang ampuh?

  1. Teknik ‘Tanpa Basa-Basi’
    Teknik ini menggunakan ‘pertanyaan langsung’ yang hanya perlu dijawab ‘Ya’ atau ‘Tidak’, untuk membuat keputusan pembelian. Menggunakan direct technique berarti Kamu memberikan kesempatan kepada customer untuk memilih. Sebagai contoh:
  • ‘Jadi bapak ingin memesan kamar untuk tanggal tersebut ya?’
  • ‘Barang ini saya bawa langsung ke kasir ya ibu?’

Kamu bisa menggunakan teknik ini saat customer memberikan ‘sinyal’ yang kuat bahwa mereka akan membeli produkmu.

  1. Teknik ‘Proaktif’
    Teknik proaktif dalam closing penjualan digunakan saat Kamu hendak mengajak customer melakukan suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan keyakinan customer untuk membeli produk/service.

Kegiatan yang dimaksud seperti mengajak melihat-lihat produk, memberikan free sample, menunjukkan daftar menu, atau mengajak ke meja sales counter. Dengan menggunakan teknik ini, Kamu juga bisa mengukur seberapa tinggi minat customer untuk membeli.

  1. Teknik ‘Tarik Ulur’
    Teknik ‘tarik ulur’ memungkinkan customer untuk menimbang keputusan mereka tanpa ada unsur paksaan. Sebagai contoh: ‘Jika ibu masih belum yakin, saya bisa mencatat nama ibu dahulu saja agar ibu bisa mempertimbangkannya. Bila sudah ada keputusan, ibu bisa menghubungi saya lagi besok, bagaimana?’.

Menggunakan teknik ini, Kamu memberi ruang kepada customer sehingga mereka merasa dihargai. Customer pun bisa lebih leluasa membuat keputusan tanpa merasa tertekan atau ada paksaan.

  1. Teknik ‘Memaksimalkan Penjualan’
    Merupakan teknik menawarkan pilihan kepada customer dengan menunjukkan alternatif lain sebelum membuat keputusan akhir.

Caranya yaitu dengan mengajukan pertanyaan yang berisi alternatif, misalnya:

  • ‘Apakah bapak membutuhkan makan siang juga selain ruang meeting untuk acara tersebut?’
  • ‘Apakah ibu ingin mencoba mushroom soup kami untuk pendamping makanan yang ibu pesan?’

Pertanyaan seperti ini akan sangat membantu customer, karena terkadang ada hal-hal yang terlupa atau tidak diketahui oleh mereka saat hendak memesan sesuatu.

  1. Teknik ‘Mencari Alternatif’
    Teknik ini cukup efektif diterapkan saat permintaan atas sebuah produk/service sedang tinggimisalnya ketika peak season atau saat ada promo spesial. Untuk menggunakan teknik ini, Kamu harus melontarkan pertanyaan dengan cara yang tepat agar customer merasa bahwa Kamu sedang membantu mereka. Sebagai contoh:

‘Apabila saya carikan paket lain dengan harga yang lebih cocok, apakah bapak berkenan?’

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa Kamu memahami kendala customer dan bersedia menyediakan opsi lain. Hal ini sangat membantu customer untuk menentukan pilihan mereka.

Proses closing penjualan memang membutuhkan usaha keras. Kamu harus mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, misalnya customer yang ’kabur’ atau merasa keberatan dengan penawaranmu.

Perlu diingat nih, Kamu harus memahami bahwa customer tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk/service yang Kamu tawarkan. Jadi, jangan tersinggung apabila seluruh upayamu untuk meyakinkan customer ternyata berakhir sia-sia ya!

Baca juga: 5 Aturan Dasar dalam Melakukan Closing Penjualan

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News