5 Langkah dalam Melakukan Sales Call yang Baik

5 Langkah dalam Melakukan Sales Call yang Baik

AJAR Hospitality

5 Langkah dalam Melakukan Sales Call yang Baik

AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang Kamu ketahui, program kerja departemen sales and marketing hotel untuk menunjang penjualan kamar hotel selain visiting adalah melakukan sales call/sales on call.

Sales call/sales on call adalah suatu aktivitas penjualan dan promosi dengan menggunakan telepon sebagai alat komunikasi alias komunikasi non tatap muka. Dengan melakukan sales call, seorang staf departemen sales and marketing tidak harus keluar ruangan.

Sama seperti aktivitas sales visiting atau kunjungan, tidak semua sales call yang dilakukan oleh seorang staf sales and marketing selalu berjalan sesuai ekspektasi.

Pernahkah Kamu merasa jengkel ketika menerima telepon di jam-jam sibuk dari seseorang tak dikenal yang ujung-ujungnya menawarkan sebuah asuransi?

Yap, kurang lebih seperti itulah kendala yang dialami oleh seorang staf sales and marketing hotel di dalam melakukan sales call. Tentu saja di dalam melakukan sales call ada cara agar sales call berjalan dengan baik dan tetap mengedepankan etika dan nilai kesopanan.

Lalu bagaimana langkah-langkah dalam melakukan sales call yang baik?

  • Pertama, Siapkan dulu database dari tamu hotel yang loyal
    Target penerima sales call yang paling potensial adalah tamu hotel yang loyal. Ibaratnya, tamu hotel yang loyal tersebut adalah sahabat karibmu. Nah, sekarang bayangkan Kamu menelepon sahabat karibmu bagaimana suasana dan alur komunikasinya?
    Tentunya, sahabat karib yang Kamu hubungi lewat telepon akan dengan ramah menerima sambungan teleponmu dan komunikasinya pun berjalan dengan sangat hangat dan sangat lancar selancar jalan tol.
    Mengapa ada tamu hotel yang loyal? Karena mereka sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh hotel sehingga menjadi "ketagihan" untuk terus dan terus memakai jasa hotel tersebut. Jadi, saran untukmu adalah menjaga hubungan dengan tamu hotel yang sudah loyal terhadap unit hotel
  • Kedua, Siapkan juga database calon customer yang potensial
    Database calon customer yang potensial bisa berasal dari rangkaian visiting atau kunjungan yang telah dilakukan oleh divisi sales and marketing, atau bisa juga berasal dari tamu yang pernah menginap ataupun menggunakan jasa pelayanan dari hotel sebelumnya.
    Tanpa database penerima telepon, seorang sales and marketing akan menggunakan sistem random dengan cara melihat nomor telepon dari buku tamu maupun internet untuk melakukan sales call. Sehingga, tujuan dari sales call menjadi salah sasaran.
    Contohnya: Apabila seorang Sales tidak punya database dan asal comot nomor telepon yang ia dapatkan di dalam Yellow Page atau buku telepon, dan ternyata nomor tersebut sudah tidak aktif maka hanya akan menjadi pekerjaan yang sia-sia. Oleh karena itu, database tamu menjadi amunisi seorang Sales untuk melakukan sales call.
  • Ketiga, Siapkan materi yang akan dipaparkan melalui sales call
    Untuk membuat lawan bicara menjadi tertarik saat melakukan percakapan, seorang staf sales and marketing-lah ahlinya. Akan tetapi masih banyak ditemui seorang staf sales and marketing yang “belum tahu” apa yang mau dipromosikan ketika melakukan sales call. Sehingga ketika si penerima telepon bertanya untuk menggali informasi lebih dalam lagi mengenai penawaran tersebut, si Sales menjadi kelabakan dan tidak bisa menjawab.
    Hal ini tentunya bisa menjadi lebih ekstrim, jika staf sales asal jawab “Bisa pak...nanti saya yang atur untuk bapak” supaya si penerima telepon menjadi tertarik terhadap promosi tersebut.
    Oleh sebab itu, alangkah baiknya sebelum melakukan sales call dipersiapkan dulu materi yang akan dipromosikan melalui percakapan telepon. Materi promosi biasanya sudah terlebih dahulu melalui screening pada saat meeting internal departemen sales and marketing yang kemudian dimatangkan pada morning briefing bersama General Manager.
  • Keempat, Lihat waktu ketika akan melakukan sales call
    Tentu saja seorang staf sales and marketing harus bisa memperkirakan kapan orang-orang sibuk dan kapan orang-orang mulai senggang atau istilah gaulnya "lihat sitkon (situasi dan kondisi)". Jam- jam sibuk bagi pegawai kantor biasanya dimulai pukul 09:00 sampai menjelang makan siang.
    Nah, sales call bisa dilakukan ketika menjelang makan siang atau sekitar pukul 11 siang. Kalaupun sales call akan dilakukan pada sore hari, diharapkan melakukannya setelah pukul 3 sore ketika pegawai-pegawai mulai senggang dari kesibukannya.
  • Kelima, Tetap fokus dan jangan terpancing emosi pada saat melakukan sales call
    Feedback yang ditimbulkan dari sales call bisa bermacam-macam begitu pula dengan karakter si penerima telepon. Ada kalanya seorang sales berhadapan dengan penerima telepon yang berkarakter genit dan menggoda, ada kalanya juga berhadapan dengan penerima telepon yang berkarakter pemarah.
    Di dalam menghadapi karakter si penerima telepon ini diharapkan agar si sales harus tetap tenang dan tetap fokus ke tujuan dari melakukan sales call tersebut. Apabila percakapan sudah tidak kondusif maka jangan terpancing emosi, Kamu akhiri sambungan telepon dengan ramah dan baik.

Sahabat Ajarian, inti dari artikel ini adalah agar Kamu dapat melakukan sales call dengan baik yang perlu Kamu lakukan adalah mempersiapkan database si penerima telepon, pahami betul waktu sibuk dan waktu senggang secara umum, tetap fokus ke tujuan dari sales call, dan tetap ramah apabila percakapan mengarah ke suasana yang tidak kondusif.

Jadi, selamat melakukan sales call... cari customer yang potensial bagi hotel dan tetap jaga hubungan baik dengan tamu yang sudah loyal terhadap unit hotel.

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama

Recommended Posts

AJAR in The News