6 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Coaching

6 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Coaching

Editor AJAR.id

6 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Coaching

AJAR.id – Halo Ajarian! Mengadakan coaching tanpa perencanaan yang matang akan menjadi sia-sia. Waktu, tenaga, dan biaya terbuang percuma bila sesi coaching tidak berjalan efektif dan gagal mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Untuk mendukung suksesnya sesi coaching, menyusun coaching plan saja tidaklah cukup. Kamu juga perlu mengetahui faktor-faktor yang menentukan tingkat kebutuhan calon peserta atas coaching tersebut. Kalau sudah memahami apa yang dibutuhkan, tentu Kamu menjadi tahu apa saja yang harus diberikan.

Nah, apa saja sih yang harus diketahui sebelum memulai coaching?

  1. Riwayat kerja dan pengalaman karyawan
    Ketahui pengalaman yang pernah dialami karyawan baik negatif atau positif. Saat karyawan memiliki pengalaman kerja yang buruk atau pengalaman lain yang bersifat negatif, maka karyawan tersebut membutuhkan perhatian khusus dan dukungan untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka.
  2. Skill yang dimiliki
    Sebagai seorang coach, Kamu perlu mengetahui sejauh mana skill yang telah dimiliki tiap-tiap individu dan skill apa yang harus diajarkan pada mereka untuk menunjang pekerjaannya.
  3. Wawasan karyawan
    Tujuan utama dari sesi coaching adalah agar karyawan mendapatkan pengetahuan baru. Maka dari itu, pahami sejauh mana wawasan yang dimiliki karyawan sehingga Kamu tidak perlu menjelaskan lagi apa yang sudah mereka ketahui.
  4. Kelemahan
    Cara mengidentifikasi kelemahan karyawan misalnya dengan menunjukkan bukti komplain dari tamu pada guest comment card, kekeliruan dalam dokumen internal yang dikerjakan karyawan, atau berdasarkan pengamatanmu sendiri. Manfaat memahami kelemahan karyawan adalah Kamu jadi tahu apa saja yang perlu diajarkan pada mereka.
  5. Kemampuan/potensi
    Kenali kemampuan para karyawan agar Kamu bisa mengetahui apakah ada yang berpotensi untuk menjadi coach bagi karyawan di divisinya. Karyawan yang Kamu tunjuk sebagai coach dapat membantu mendemonstrasikan materi atau mempraktekkan langsung bagaimana cara melakukan sebuah pekerjaan.
  6. Standar kompetensi
    Kamu hanya diperkenankan untuk melatih karyawan sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan hotel untuk divisi tersebut. Misalnya, hal yang diajarkan kepada karyawan budget hotel tentu berbeda dengan karyawan hotel bintang 5 meskipun posisi kerjanya sama.

Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas saat membuat coaching plan, Kamu bisa mempersiapkan materi dan metode coaching yang lebih matang. Karyawan pun menjadi puas dan bersemangat untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka!

Baca juga: Pentingnya Menyusun Coaching Plan

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News