6 Jenis Produk Susu yang Digunakan untuk Membuat Dessert

6 Jenis Produk Susu yang Digunakan untuk Membuat Dessert

Editor AJAR.id

6 Jenis Produk Susu yang Digunakan untuk Membuat Dessert

AJAR.id – Hello Ajarian! Produk susu (dairy product) secara umum didefinisikan sebagai segala macam produk yang terbuat dari hasil olahan susu. Produk susu sangat kaya akan sumber energi, karena mengandung protein, vitamin, kalsium, mineral serta karbohidrat.

Produk susu digunakan secara luas dalam pembuatan dessert di restoran. Produk susu tersebut meliputi buttermilk, krim, yoghurt, creme fraiche, dan mentega. Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

  1. Buttermilk
    Buttermilk adalah cairan sisa proses pembuatan mentega dari krim atau susu. Buttermilk memiliki rasa asam segar, agak tajam, dan digunakan untuk menangkal rasa pahit, basa, dan bikarbonat dari soda yang terkandung dalam banyak hidangan kue yang dipanggang. Penggunaan buttermilk akan menciptakan tekstur makanan yang lembut dan lebih lezat, khususnya pada scone, pancake, dan muffin.
  2. Cream
    Cream atau krim merupakan komponen lemak yang terkandung dalam susu dan terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari tekstur, kandungan lemak dan rasanya. Clotted cream atau dikenal juga sebagai devonshire cream adalah jenis krim yang paling kental, dengan kandungan 55% lemak. Sementara pure cream atau krim murni memiliki kandungan 48% lemak.
  3. Thickened cream
    Thickened cream mengandung 35% lemak. Jenis krim ini bisa untuk dibuat whipped cream, karena mengandung zat pembentuk gel (gelling agent). Thickened cream yang didinginkan bisa berdiri kokoh sebagai whipped cream (krim kocok), sehingga dapat digunakan untuk membuat rosettes pada kue tart. Sementara whipped cream yang lebih lembut bisa digunakan untuk sajian mousse dan bavarois. Hati-hati agar cream tidak menjadi over whipping ya! Over whipping membuat lemak dan air menjadi terpisah, hal ini biasa disebut splitting. Krim dengan kandungan lemak tinggi lebih rentan menjadi over whipping

Sebaiknya Kamu mendinginkan thickened cream hingga 4ºC sebelum mengocoknya. Semakin hangat temperatur cream, semakin tinggi resiko ‘splitting’.

Krim ringan yang mengandung lemak sebesar 25% - 18% fat saja tidak akan terkocok sempurna, karena kandungan lemak tidak cukup banyak untuk memerangkap gelembung udara dan membuatnya mengembang. Jenis krim ringan ini cocok digunakan sebagai pengganti susu dalam pembuatan dessert. Selain memperkaya rasa, krim rendah lemak juga cocok untuk orang yang sedang dalam diet.

  1. Yoghurt
    Yoghurt merupakan alternatif yang lebih sehat daripada krim, tersedia dalam varian tanpa rasa (plain), dengan rasa, dan beku (frozen yoghurt). Yogurt lebih sarat akan nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. Yogurt mengandung bakteri lactobacillus acidophilus dan umumnya mengandung sedikit sekali lemak jenuh. Kamu bisa menggunakan yogurt dalam pembuatan dessert seperti bavarois, sorbet, panna cotta, atau ice-cream.
  2. Crème Fraiche
    Di Perancis, crème fraiche adalah krim segar standar Perancis yang digunakan dalam berbagai masakan. Krim ini mengental secara alami karena adanya kandungan bakteri lactic acid, bakteri ini juga menimbulkan rasa nutty alias rasa seperti kacang-kacangan. Kandungan lemak dalam crème fraiche kurang lebih 35% fat. Semakin tinggi kandungan lemaknya, maka semakin ideal untuk digunakan memasak. Crème fraiche umum digunakan dalam campuran pembuatan saus karena tidak berisiko spillting.

Kamu bisa membuat crème fraiche sendiri dengan mencampurkan dan memanaskan 2 bagian whipping cream dengan satu bagian cream sour. Panaskan perlahan sampai mencapai blood temperatur; jangan sampai mendidih. Saat mengental, angkat dan tuangkan ke dalam mangkuk yang bersih. Biarkan krim matang pada suhu kamar selama kira-kira 8 jam kemudian tutup dan simpan di ruang sejuk.

  1. Butters
    Butter tersedia dalam pilihan rasa asin atau tawar. Unsalted butter adalah pilihan yang lebih disukai karena juru masak dan baker dapat menambahkan garam secara akurat dan memiliki kontrol yang lebih besar terhadap kandungan garam. Jenis butter ini memiliki rasa yang jauh lebih manis dan lebih menyenangkan daripada mentega asin. (Garam ditambahkan ke mentega awalnya sebagai pengawet).

Kegunaan utama mentega dalam memanggang adalah untuk menjebak udara dengan gula selama proses creaming, hal ini memberikan keringanan seperti dalam pembuatan kue. Mentega juga memberi rasa yang sangat lezat, dan warna yang lebih menarik

Berbeda dengan pembuatan kue, mentega digunakan dalam produksi puff pastry untuk memungkinkan udara terperangkap di antara lapisan pastry dan mentega, menghasilkan lapisan pastry yang renyah dan ringan.

Mentega juga membantu memberi kelembutan pada makanan yang dipanggang, seperti kue short crust pastry dengan cara melapisi untai gluten dalam kue dan memperlambat perkembangannya. Mentega juga digunakan dalam adonan untuk meningkatkan rasa, kelembutan dan untuk membantu mencegah adonan lengket selama produksi pancake, crepes, dll. Kadang-kadang mentega dapat digunakan sebagai pelumas. Ini untuk membantu mencegah barang yang dipanggang menempel pada kalengnya selama proses pembakaran.

Bagaimana Ajarian, dairy product manakah yang menjadi favoritmu?

Baca juga: 9 Jenis Gula Rafinasi yang Patut Kamu Ketahui

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News