7 Ciri-Ciri Customer yang Kecewa terhadap Product/Service di Hotel

7 Ciri-Ciri Customer yang Kecewa terhadap Product/Service di Hotel

Editor AJAR.id

7 Ciri-Ciri Customer yang Kecewa terhadap Product/Service di Hotel

AJAR.id – Hello Ajarian! Sepanjang shift, Kamu harus peka terhadap keadaan di sekitarmu, terutama kepada customer. Sering kali customer menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan, rasa kecewa maupun adanya masalah yang harus segera ditangani. Ciri atau tanda tersebut bisa berupa bahasa verbal, non-verbal, serta kombinasi keduanya.

Ketika customer merasa kecewa, ada banyak hal yang bisa menjadi pemicunya, seperti buruknya pelayanan yang didapat hingga ekspektasi customer yang tidak terpenuhi.

Demi menjamin kepuasan customer, Kamu patut memahami seperti apa ciri-ciri customer yang kecewa. Sehingga, tindakan yang tepat bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi.

Apa saja sih ciri-ciri customer yang kecewa?

  1. Terlihat frustasi, marah atau agresif – ini adalah bagian dari komunikasi non-verbal customer dan suatu aspek yang sangat akurat dalam mencerminkan keadaan pikiran mereka. Ketika seorang customer terlihat marah atau agresif, itulah yang benar-benar mereka rasakan.
  2. Menampilkan ekspresi wajah yang berkerut – banyak orang tidak mau mengungkapkan kemarahan atau frustrasi mereka secara verbal sehingga mereka membuat ekspresi demikian. Poin yang perlu diperhatikan di sini adalah hanya karena seseorang belum menyatakan kekesalan mereka, bukan berarti mereka tidak merasa kesal!
  3. Memandang sekeliling seperti mencari bantuan – seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak semua orang mau meminta bantuan secara langsung, kebanyakan orang akan menunjukkan body language seperti memandang ke sekelilingnya. Tugasmu adalah mengidentifikasi ‘sinyal’ tersebut dari customer dan segera memberi respons.
  4. Volume suara meninggi – karena customer menjadi semakin terganggu, tingkat volume ucapan mereka pun meningkat. Ini bisa menjadi metode lain untuk menarik perhatian (customer berharap seseorang akan membantu menenangkan mereka) dan cara untuk memberi tahu orang lain tentang masalahnya.
  5. Membanting pintu – hal ini merupakan bentuk rasa frustasi tinggi seseorang, di mana frustasi mereka harus diluapkan dengan cara membanting pintu. Ketika ada customer seperti ini, berfokuslah pada penyebab kekecewaan mereka, bukan berdebat tentang pintu yang dibanting tersebut
  6. Membanting barang – hampir mirip dengan membanting pintu, beberapa orang melampiaskan kekecewaannya dengan membanting barang (misalnya pulpen, gelas, atau kertas). Dalam hal ini, pastikan tidak ada yang terluka lalu kembali berfokus untuk menyelesaikan masalah yang menjadi penyebabnya.
  7. Melontarkan argumen – kerap terjadi ketika ada suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan customer. Sebagai contoh, customer kecewa karena reservasi mereka tidak ditemukan dalam sistem. Customer pun akan berargumen bahwa mereka telah melakukan reservasi dengan menunjukkan buktinya.

Ada banyak hal lain yang dapat dilakukan customer untuk menunjukkan ketidakpuasan atau kekecewaan mereka. Kamu harus siap sedia untuk membantu, mendengarkan, serta memperbaiki masalah untuk menjamin kepuasan customer. Ingat, kepuasan customer selalu menjadi prioritas utama!

Baca juga: Berbagai Konflik yang Kerap Muncul di Hotel

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News