9 Ciri-ciri Situasi yang Mengancam di Hotel

9 Ciri-ciri Situasi yang Mengancam di Hotel

Editor AJAR.id

9 Ciri-ciri Situasi yang Mengancam di Hotel

AJAR.id – Hello Ajarian! Sepanjang kariermu di hotel, mungkin ada situasi yang mengancam keselamatan pribadi, maupun keselamatan customer dan rekan kerja. Dalam situasi seperti itu, sangat penting untuk mengidentifikasi pemicu konflik dan mencari bantuan yang tepat.

Satu hal yang perlu diingat ketika berada dalam situasi mengancam: jangan menempatkan diri dalam bahaya, lebih baik Kamu membantu melindungi orang lain di sekitarmu.

Nah, beberapa ciri-ciri situasi yang mengancam di hotel adalah sebagai berikut:

  1. Adanya orang yang terpengaruh alkohol – atau siapa saja yang terlihat berada di bawah pengaruh minuman keras dan obat terlarang seperti narkotika.
  2. Adanya orang yang bersenjata – baik bersenjata api maupun senjata tajam, yang mengancam keselamatan orang-orang. Ketika ada upaya perampokan, prosedur standar umumnya adalah menyerahkan uang yang diminta para perampok, daripada mengambil risiko dengan melawan mereka. Jangan mencoba menggagalkan mereka atau mencoba menjadi ‘pahlawan’! Selain itu, bila Kamu melihat adanya senjata yang dibawa oleh tamu, segera laporkan kepada manajemen hotel agar bisa dilaporkan ke pihak berwajib.
  3. Situasi di mana ada orang yang terluka – terutama saat ada potensi terjadinya cedera berulang atau ketika orang yang terluka berusaha ‘membalas’ orang yang melukainya.
  4. Keberadaan orang yang penampilan dan tindakannya – misalnya orang yang terlihat waspada, atau orang yang berusaha masuk ke area-area tertentu. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan insting yang tajam serta pengalaman yang cukup.
  5. Customer yang menunjukkan rasa enggan - situasi di mana customer menunjukkan rasa enggan untuk meninggalkan lokasi saat diminta, atau enggan untuk menenangkan diri dan berhenti mengucapkan bahasa kasar ketika diminta.
  6. Perkelahian fisik – di mana ada orang-orang yang saling berkelahi dan melukai satu sama lain.
  7. Perdebatan argumen – yaitu ketika orang meninggikan suaranya, saling berargumen, serta menunjukkan sikap mengancam atau mengintimidasi.
  8. Perilaku tidak rasional/tidak menentu – perilaku termasuk mengoceh, mengucapkan sumpah serapah, melemparkan/menghancurkan barang-barang, hingga berperilaku yang memprihatinkan.
  9. Perilaku yang melecehkan – yaitu ketika seseorang memberi perhatian dan perlakuan tidak wajar dan tidak diinginkan kepada orang lain, baik secara verbal maupun fisik (misalnya menyentuh anggota tubuh).

Dalam situasi mengancam, jangan pernah bersikap apatis atau ‘acuh tak acuh’ dan menganggap situasi tersebut akan terselesaikan dengan sendirinya. Karena pada dasarnya, situasi yang mengancam akan semakin membahayakan jika dibiarkan begitu saja. Pastikan untuk memberikan kontribusimu, baik untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain!

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Customer yang Kecewa terhadap Product/Service di Hotel

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News