Apa Indikator untuk Menentukan Jenis Pelatihan K3 yang Dibutuhkan Hotel?

Apa Indikator untuk Menentukan Jenis Pelatihan K3 yang Dibutuhkan Hotel?

Editor AJAR.id

Apa Indikator untuk Menentukan Jenis Pelatihan K3 yang Dibutuhkan Hotel?

AJAR.id – Halo Ajarian! Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian penting dalam strategi pengelolaan K3, dan terlebih merupakan dasar-dasar pembekalan penerapan kebijakan dan prosedur yang berlaku.

Pada dasarnya pelatihan K3 berfungsi untuk mengelola dan menggunakan sistem informasi keselamatan dan kesehatan kerja, selain untuk memberikan pembekalan tentang pelaksanaan K3 itu sendiri baik di kalangan manajemen maupun pekerja.

Dengan kata lain, pelatihan merupakan perangkat penting dalam menerapkan pendekatan aktif dalam pencegahan risiko di area kerja. Dalam pelaksanaannya, tentu diperlukan perencanaan (dan penentuan) matang atas pelatihan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Oleh karena itu, beberapa indikator penting untuk menentukan jenis-jenis pelatihan K3 sangat dibutuhkan. Indikator-indikator tersebut dapat dirangkum ke dalam beberapa bentuk pertanyaan seperti berikut ini.

  1. Jenis keahlian dan pengetahuan apa sajakah yang diperlukan oleh seluruh karyawan dalam melaksanakan kewajiban mereka tanpa mengenyampingkan keselamatan dan kesehatan kerja?
  2. Apa tujuan yang akan dicapai dalam pelatihan, dan siapakah yang akan menjadi penanggung jawab?
  3. Jenis pelatihan apa saja yang dapat diterapkan dan diperlukan oleh suatu area kerja?
  4. Apakah terdapat kebijakan tertentu terkait pelatihan K3?
  5. Apakah terdapat program pelatihan K3?
  6. Hal apa sajakah yang akan dibahas dalam pelatihan K3 tersebut?
  7. Apakah seluruh karyawan terlibat dalam pelatihan K3 tersebut?
  8. Apakah pelatihan K3 tersebut didokumentasikan? Jika iya, apa sajakah isinya?
  9. Apakah para manajer dan penyelia juga diberikan pelatihan K3 serupa?
  10. Apakah terdapat program pelatihan dan pengenalan terhadap seluruh karyawan baru dan/atau transfer?
  11. Apakah program pelatihan induksi meliputi pelatihan tentang pelaksanaan kebijakan keselamatan dan kesehatan karyawan, termasuk prosedur dan peraturan yang ditetapkan dalam suatu area kerja?
  12. Apakah terdapat pelatihan untuk menangani suatu risiko, pelaksanaan prosedur kerja yang mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja serta pengendalian risiko di area kerja?
  13. Apakah pelatihan K3 yang diberikan dapat diikuti oleh peserta asing—yang memiliki perbedaan bahasa, kebudayaan, dan tingkat pendidikan?
  14. Bagaimana cara industry mengetahui (melakukan pengukuran) terhadap efektivitas pelatihan yang diberikan ke depannya?

Selain dari pertanyaan-pertanyaan di atas, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian ketika akan menyelenggarakan pelatihan K3. Hal-hal tersebut dapat dikategorikan sebagai kebutuhan khusus dalam pelatihan, seperti:

  • Kebijakan dan prosedur K3 dalam mengadakan pelatihan induksi dan orientasi karyawan.
  • Pelatihan dan/atau mentoring mengenai pelaksanaan kerja yang aman;
  • Program pelatihan resmi terkait praktik kerja yang aman.
  • Peyediaan informasi, dokumen empiris, beserta beragam infografis yang menunjang pelaksanaan keselamatan kerja.
  • Pertemuan-pertemuan rutin terkait K3 yang juga melibatkan dewan komite K3.
  • Pengadaan pelatihan tentang indentifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko.

Sekiranya hal-hal yang telah disampaikan di atas akan membantumu dalam menentukan apa saja yang harus dipersiapkan dalam memberikan dan menentukan jenis pelatihan K3 yang diperlukan oleh industri.

Untuk semakin memperkaya wawasanmu mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, baca juga artikel Cara Merencanakan Pelatihan K3 kepada Setiap Karyawan.

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News