Belajar Perhotelan Makin Mudah dengan Penerapan Metode eLearning

Belajar Perhotelan Makin Mudah dengan Penerapan Metode eLearning

Editor Ajar

Belajar Perhotelan Makin Mudah dengan Penerapan Metode eLearning

AJAR.id – Hello Ajarian! eLearning merupakan salah satu dari sekian banyak metode belajar yang dapat diterapkan di hotel. Keuntungan menggunakan metode belajar eLearning adalah sebagai berikut:

Bagian 1. Keuntungan bagi Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar dapat melakukan proses belajar mengajar dengan waktu yang fleksibel. Upload materi dalam bentuk file yang berupa Power Point, Video, Animasi, SCORM, atau AIC format dan berbagai jenis file lainnya. Berikan quiz di akhir sesi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta dan berikan minimum skor yang harus diraih. Sehingga, proses transfer knowledge dapat maksimal. Tenaga pengajar tidak lagi terkurung dalam ruang dan waktu serta dapat lebih fokus mengajarkan materi-materi yang bersifat technical yang sarat dengan praktek langsung.

Bagian 2. Keuntungan bagi Peserta

Peserta dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Mereka dapat memilih waktunya sendiri untuk belajar atau memutar kembali materi yang masih ingin dipelajari.

Untuk menerapkan metode belajar eLearning, maka diperlukan dua hal: pertama adalah Learning Management System dan yang kedua adalah kontennya.

Learning Management System (LMS) ini banyak sekali jenisnya di pasar. Ada yang khusus untuk keperluan akademik kampus, keperluan korporasi, maupun untuk keperluan eCommerce. Setiap jenis LMS hendaknya dipilih sesuai dengan fungsinya.

Jika untuk mengatur peserta didik dan mengelola kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka eLearning jenis academic yang tepat. Namun, jika yang dibutuhkan adalah untuk menunjang talent management atau training department di sebuah hotel, maka opsi jenis corporate tepat dipilih. Begitu juga jika tujuanmu adalah untuk menjual materi-materi eLearning, maka jenis eCommerce yang pas. Jadi, memang harus dipilih sesuai fungsinya.

Jika dilihat dari provider penyedianya, maka kita dihadapkan oleh beberapa pilihan, dari yang gratisan, murahan, hingga yang super mahal. Ya intinya sih ada harga ada barang. Misal, Kamu memerlukan LMS untuk keperluan academic di sekolah, maka Kamu hanya modal 500 ribuan untuk beli domain dan hosting untuk bisa memiliki LMS. Caranya juga sangat gampang, masuk aja ke CPanel, lalu pilih softcolous dan search Learning Management System, maka akan banyak pilihan LMS gratisan.

Moodle merupakan pilihan open source LMS yang tepat untuk akademik yang banyak digunakan untuk kampus-kampus ternama di dunia. Syaratnya; Kamu harus mau ngoprak-ngoprak, trial and error hingga Kamu menemukan keberhasilan dalam menyeting LMS. Cukup ribet sih, ya namanya juga gratisan.

Nah, setelah LMS diperoleh yang digunakan untuk memutar konten dan mengelola peserta dan trainer, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan ajar (konten). Konten eLearning dibagi menjadi 3 level, yaitu No Interaction (level 1), Mid (level 2), dan highly interactive (level 3).

Konten level 1 yaitu konten tanpa interaksi di mana pembaca hanya membaca konten saja dalam format text. Kata lainnya hanya menggunakan satu jenis pancaindra saja dalam proses belajarnya di mana level pemahaman pembaca tergantung dari bagaimana tulisan dikemas dan juga cara pembelajar menelaah wawasan atau nilai-nilai pembelajaran yang disajikan.

Jenis konten eLearning level 2 dapat berupa video yang diiringi dengan text, suara, gambar dan drag & drop quiz. Dalam level 2 ini para pembelajar dapat menggunakan indra penglihatan, pendengaran, dan perasa, tiga pancaindra sekaligus. Sehingga, level pemahaman peserta dapat dimaksimalkan.

Terakhir, jenis konten level 3 termasuk kategori "highly interactive" di mana konten mengharuskan peserta untuk terus menggunakan kelima pancaindranya. Contohnya adalah konten-konten game, teknologi yang terbaru misalnya dengan mengadopsi game berbasis Virtual Realty (VR Technology), di mana peserta akan merasakan sebuah konten pembelajaran dengan pendekatan simulasi langsung.

Misalnya, jika Kamu ingin mengajarkan bagaimana caranya "Menangani Keluhan Tamu", maka peserta akan melihat, mendengar dan merasakan suasana selayaknya suasana asli di hotel. Kamu akan melihat ekspresi wajah tamu atau Mendengar suara tamu yang sedang marah, lalu berkomunikasi langsung untuk menyelesaikan keluhan tamu tersebut. Suasananya real, seperti tamu asli yang sedang Kamu ajak bicara. Di akhir sesi, peserta akan diberikan hasil evaluasi atas skenario yang telah dilaluinya. Menarik bukan?

Konten jenis ini umumnya dibuat oleh para Gamers yang merupakan tim yang terdiri dari programmer, UI/UX Designer, Scenario Builder, dan Subject Matter Expert untuk topik yang akan diajarkan.

Jadi untuk menerapkan metode belajar eLearning, sebetulnya tidak perlu biaya yang mahal selama ada kemauan untuk menciptakan sebuah konten belajar dan mengorbankan waktu untuk ngulik-ngulik Learning Management System yang banyak tersedia secara open sources.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News