Cara Follow-up Reservasi di Restoran

Cara Follow-up Reservasi di Restoran

Editor AJAR.id

Cara Follow-up Reservasi di Restoran

AJAR.id – Hello Ajarian! Ketika Kamu menerima reservasi di restoran, maka kedatangan customer tersebut harus benar-benar dipastikan. Hal ini penting terutama pada restoran yang ramai pengunjung, dan memiliki ruang yang terbatas.

Saat demand sedang tinggi, staf restoran harus mewaspadai bila ada customer yang tiba-tiba batal hadir padahal table sudah dipesan. Jangan sampai restoran kehilangan profit karena membiarkan table kosong begitu saja akibat reservasi yang tidak ada kejelasan. Maka dari itu, penting bagi Kamu untuk mengonfirmasi setiap reservasi yang ada setidaknya H-1 atau pada hari H kedatangan customer.

Mengapa perlu melakukan follow-up reservasi?

  • Sebagai bentuk loyalitas restoran pada customer, terutama customer repeater.
  • Mengingatkan customer atas reservasi mereka.
  • Mengonfirmasi bahwa reservasi masih berlaku.
  • Meyakinkan customer bahwa meja sudah tersedia untuk mereka di restoran.
  • Memastikan bahwa meja bisa dijual ke customer lain bila reservasi dibatalkan.
  • Mengonfirmasi informasi-informasi terkait reservasi tersebut.
  • Untuk meminta pembayaran reservasi (bila perlu).
  • Memastikan apakah ada perubahan informasi yang bisa dikondisikan sebelum customer tiba.
  • Menjelaskan booking charges atau uang penalti yang harus dibayarkan bila customer tidak datang tepat waktu.

Saat sedang melakukan follow-up, Kamu perlu mengonfirmasi sejumlah informasi dari customer. Informasi yang dimaksud yaitu:

  • Status reservasi – confirmed atau cancelled
  • Nama pemesan
  • Jumlah tamu
  • Waktu kedatangan (Expected time of arrival)
  • Special request.

Saat sudah dipastikan apakah status reservasi sudah confirmed atau cancelled, ada beberapa tugas yang harus Kamu lakukan. Tugas tersebut meliputi:

  1. Menaruh tanda ‘reserved’ di meja – hal ini untuk mencegah tamu lain menempati meja tersebut.
  2. Menjelaskan kepada waiters (waiter yang bertanggungjawab atas table tersebut) mengenai reservation detail dan request dari customer.
  3. Menginformasikan kepada kitchen apa saja request customer. Pastikan juga request tersebut telah dibuat, misalnya ketika customer meminta disediakan birthday cake.
    Baca juga: Langkah-Langkah Memproses Pesanan Customer ke Kitchen
  4. Menghubungi customer yang masuk dalam waiting list untuk memberitahu bahwa sudah ada meja tersedia.
  5. Memproses cancellation charges sesuai ketentuan (bila ada).

Customer yang sudah melakukan reservasi table tidak menjamin bahwa mereka akan benar-benar datang, sehingga follow-up itu dibutuhkan. Follow up reservasi itu penting, karena hal ini memungkinkanmu untuk memaksimalkan penjualan restoran.

Baca juga: 3 Jenis Selling Techniques

Salam jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News