Cara Memberikan Teguran yang Baik di Industri Pariwisata dan Perhotelan

Cara Memberikan Teguran yang Baik di Industri Pariwisata dan Perhotelan

Editor AJAR.id

Cara Memberikan Teguran yang Baik di Industri Pariwisata dan Perhotelan

AJAR.id – Hello Ajarian! Seseorang ketika sedang bekerja terkadang melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Kesalahan adalah hal yang biasa apabila tidak terulang kembali karena dengan melakukan kesalahan, seseorang menjadi tahu cara yang benar.

Tetapi masalahnya terkadang seorang pemimpin terlalu ekstrem di dalam memberikan teguran terhadap stafnya, sehingga seorang staf tersebut merasa sakit hati dan berharap untuk segera resign dari tempat kerja. Tentu saja seorang pemimpin tidak menginginkan hal tersebut, terlebih lagi apabila staf yang mengajukan mengundurkan diri adalah staf yang memiliki kinerja di atas rata-rata.

Dibutuhkan cara tersendiri untuk memberikan teguran yang baik di industri pariwisata dan perhotelan supaya staf tidak merasa sakit hati.

Bagaimana caranya?

Berikut ini adalah cara memberikan teguran yang baik untuk staf:

  1. Di dalam memberikan teguran, sebaiknya pimpinan (Manajer) memanggil staf tersebut di dalam sebuah ruangan agar bisa berbicara secara langsung.
  2. Diusahakan ruangan tersebut tidak terdapat orang lain, apabila seorang Manajer memberikan teguran seorang staf di hadapan banyak orang akan mengguncang psikologis staf tersebut karena merasa malu dan menjadi bahan perbincangan orang.
  3. Mulai bertanya agar Manajer mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Sebisa mungkin jangan menghakimi agar staf tidak merasa takut untuk menyampaikan penjelasannya. Mulai menegur dengan mengingatkan tentang hasil pekerjaan yang sama yang pernah dilakukan dengan sempurna. Lalu sampaikan hasil pekerjaan yang Kamu anggap masih kurang tepat atau tidak sesuai dengan harapanmu.
  4. Biarkan staf memberikan penjelasan kronologis sampai selesai. Terkadang laporan yang diterima atasan tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Dengan adanya penjelasan dari seorang staf, Manajer pun dapat mengetahui kejadian yang sebenarnya dan memahami level keterampilan staf dalam melakukan pekerjaannya.
  5. Ketika memberikan feedback berupa teguran lisan diharapkan jangan memakai emosi karena dengan emosi, suasana percakapan pun akan berubah menjadi debat kusir dan hanya akan menambah runyam permasalahan, karena tujuan dari pemanggilan selain memberikan teguran juga untuk mencari solusi dan jalan keluar yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
  6. Di dalam memberikan teguran lisan, hindari kata-kata yang bersifat konfrontatif seperti mengumpat atau berkata-kata kasar (seperti “bodoh”, ”goblok”, ”gitu aja tidak becus”) dan diusahakan agar tetap menjaga suasana percakapan tetap hangat sehingga membuat nyaman staf tersebut.
  7. Setelah staf mengakui kesalahan dan meminta maaf serta memberikan komitmen untuk berubah, maka sebaiknya Manajer kembali melakukan respons yang positif dengan berjabat tangan. Tujuannya adalah agar suasana hati karyawan bisa kembali seperti semula. Selain itu, dengan berjabat tangan, hubungan antara staf dan Manajer pun menjadi lebih dekat. Ketakutan yang hinggap di dalam perasaan staf pun menghilang seusai berjabat tangan.
  8. Selepas pemanggilan dan memberikan teguran lisan, seorang Manajer haruslah tetap bersikap hangat terhadap staf tersebut supaya staf tidak merasa dikucilkan ataupun merasa tidak disukai akibat melakukan kesalahan.
  9. Berikan pendampingan agar staf merasa yakin bahwa yang dilakukannya sudah tepat dan benar.
  10. Apabila teguran lisan dari Manajer tidak diindahkan oleh staf dan seorang staf tersebut tidak memperbaiki sikapnya, langkah berikutnya adalah seorang Manajer departemen akan melakukan koordinasi dengan Manajer HR untuk memberikan teguran tertulis atau surat peringatan sesuai dengan Standard Operation Procedure(SOP) yang berlaku di unit hotel. Surat peringatan dimaksudkan supaya staf tersebut serius dalam memperbaiki sikap atau keterampilannya dan tentunya untuk tujuan pembelajaran.
  11. Bila ternyata setelah diberikan teguran perilaku staf berubah, maka berikan pujian atas hasil kerja yang dilakukan.

Dengan mengetahui cara memberikan teguran yang baik untuk staf, seorang Manajer pun tidak akan dicap sebagai Manajer yang temperamen atau galak. Staf pun tidak merasa menjadi terdakwa apabila melakukan kesalahan. Rasa kepercayaan seorang staf terhadap Manajernya pun menjadi besar.

Sehingga, seorang Manajer akan lebih mudah melakukan koordinasi dan memanajemeni staf yang berada di bawahnya. Tentu saja ada tahapan-tahapan di dalam memberikan teguran untuk staf yang harus diikuti oleh para Manajer sesuai dengan peraturan yang diterapkan di unit hotel tersebut.

Baca juga: Tips Berkomunikasi agar Tidak Terjadi Kesalahpahaman

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama

Recommended Posts

AJAR in The News