Cara Membuat Customer Betah dengan Suasana Restoran

Cara Membuat Customer Betah dengan Suasana Restoran

Editor AJAR.id

Cara Membuat Customer Betah dengan Suasana Restoran

AJAR.id – Hello Ajarian! Tingkat kenyamanan dan suasana di restoran harus diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik sebelum mulai melayani customer. Suasana atau ambience restoran patut selalu Kamu monitor untuk memastikan bahwa situasinya sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Umumnya, restoran membuat standar tertentu untuk mengatur ‘atmosfer’ sedemikian rupa agar customer merasa nyaman dan betah. Dalam artikel ini, AJAR.id akan membahas bagaimana cara membuat customer betah dengan mengatur suasana restoran dari segi suhu ruangan, penerangan, hingga musik yang diputar.

  1. Suhu/temperatur ruangan
    Suhu di dalam restoran baiknya disesuaikan dengan suhu di luar. Misalnya saat musim panas, maka suhu restoran diatur agar dingin dan diatur menjadi hangat kala musim dingin. Namun ada pula restoran yang pengaturan suhunya konstan sepanjang tahun.

Rentang suhu yang disarankan untuk restoran dan tempat makan pada umumnya adalah 20ºC - 26ºC. Pengaturan suhu ruang yang sesuai tentu memberi kenyamanan pada customer yang bersantap di restoran.

  1. Lampu dan penerangan
    Lighting restoran diatur berdasarkan waktu dan style restoran tersebut. Lighting menjadi salah satu cara paling efektif dalam menciptakan ambience restoran. Gunakan kombinasi up-light dan down-lightdim-light dan colored lights agar sesuai dengan style yang diusung restoran. Hal-hal berkaitan dengan lighting yang harus Kamu cek adalah:
  • Tidak ada bohlam yang konslet
  • Tidak ada lampu fluorescent yang berkedap-kedip
  • Dimmers sudah di-setting dengan benar
  1. Wewangian
    Aktivitas di restoran sangat rentan menciptakan bau yang mengganggu kenyamanan customer. Bau bisa berasal dari masakan, sampah, dll. Maka dari itu, upaya untuk menjaga restoran agar tidak bau perlu dilakukan. Caranya bisa dengan membuka ventilasi, menyalakan AC atau menyemprotkan pengharum ruangan.

Restoran tidak diharuskan untuk wangi, namun yang perlu diingat adalah jangan sampai bau! Bau tak sedap bukan hanya membuat customer tidak nyaman, namun juga mengindikasikan bahwa restoran tersebut tidak higienis.

  1. Music arrangement
    Jenis music yang dimainkan perlu disesuaikan dengan tema restoran. Misalnya, alunan musik jazz akan cocok untuk restoran berkonsep fine dining. Musik juga bisa disesuaikan dengan special event yang sedang berlangsung, misalnya memutar lagu-lagu romantis ketika hari Valentine atau lagu rohani selama bulan Ramadhan.

Volume musik sebaiknya diatur rendah pada awal sesi dan baru dinaikkan volumenya saat suasanya sudah ramai, gunanya agar suara customer dan peralatan makan bisa tersamarkan. Musik yang diputar di restoran haruslah:

  • Memberi kesan menyenangkan pada customer yang datang.
  • Menyamarkan suara percakapan customer
  • Menghidupkan suasana di restoran.

Beberapa restoran ‘sengaja’ menyetel music bertempo cepat untuk mendorong customeragar bersantap lebih cepat, sehingga restoran bisa meningkatkan penjualannya. Ada pula restoran yang memutar music berirama lebih relax agar mendukung suasanya.

  1. Dekorasi dan floor display
    Dekorasi ruangan membantu menciptakan atmosfir restoran agar tetap ‘hidup’, dekorasi dapat disesuaikan untuk menonjolkan tema yang diusung oleh restoran atau untuk menambah selera makan customer.

Floor display digunakan untuk mendorong customer agar membeli produk yang dijual restoran atau sebagai media promosi special event yang akan berlangsung (misalnya Christmas Dinner Package, BBQ night, dll.).

Dalam mengatur suasana restoran, perhatikan apakah customer merasa nyaman atau tidak. Amati body language mereka agar Kamu mengetahui bila customer merasa restoran terlalu dingin, terlalu panas, terganggu dengan musik yang kencang atau tidak nyaman karena lampu terlalu redup. Bila ingin mengubah pengaturan suhu, music atau lampu, konfirmasikan dahulu ke Supervisormu ya!

Baca juga: Cara Follow-up Reservasi di Restoran

Salam jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News