Cara Mengatasi Keterbatasan Bahasa saat Berkomunikasi

Cara Mengatasi Keterbatasan Bahasa saat Berkomunikasi

Editor AJAR.id

Cara Mengatasi Keterbatasan Bahasa saat Berkomunikasi

AJAR.id – Hello Ajarian! Bekerja di dunia perhotelan membuatmu harus siap dalam menghadapi tamu dari berbagai negara. Tidak setiap tamu asing bisa berbahasa Inggris, lho. Kamu harus mampu melayani mereka terlepas dari keterbatasan bahasa yang ada.

Pertama-tama, ketahui dulu bahasa apa yang digunakan tamu: apakah Bahasa Inggris, Melayu, Mandarin atau Jerman? Setelah itu, barulah kembangkan kalimat-kalimat yang perlu digunakan. Kalimat dasar yang perlu Kamu ketahui yaitu seputar:

  • Menyapa tamu – untuk memberikan sapaan yang benar sesuai waktu, termasuk saat melepas kepergian tamu.
  • Memberikan petunjuk arah – contohnya arah ke restoran, bar, swimming pool, hingga ke destinasi wisata.
  • Memberikan instruksi sederhana – cara menggunakan telepon atau cara mengoperasikan fasilitas kamar.
  • Menjawab pertanyaan – misalnya pertanyaan terkait ketersediaan kamar, atau tentang produk dan servis yang disediakan hotel.
  • Melayani tamu – bagaimana cara melayani tamu sesuai posisi kerja dan tanggung jawab pekerjaanmu.
  • Menjelaskan produk dan servis hotel – sebagai contoh, seorang waiter harus mampu menjelaskan rasa, bahan baku, porsi, hingga aroma makanan.

Latih dirimu untuk mengingat dan mengucapkan kalimat-kalimat tersebut, sehingga Kamu bisa berkomunikasi dengan lancar saat tiba waktunya untuk melayani tamu.

Untuk mengatasi keterbatasan bahasa saat berkomunikasi, AJAR.id akan menjelaskan dalam dua kategori yaitu komunikasi verbal dan non-verbal.

Komunikasi Verbal

Ketika berbicara dalam keterbatasan bahasa, berikut hal-hal yang perlu Kamu ketahui:

  1. Selalu perhatikan intonasi, volume dan kecepatan bicaramu.
  2. Berikan jeda dalam percakapan agar lawan bicara bisa memahami, mengklarifikasi atau menanyakan hal yang kurang jelas.
  3. Baiknya Kamu bicara secara perlahan, namun jangan terlalu lambat hingga terkesan dibuat-buat atau seperti menganggap lawan bicaramu ‘bodoh’.
  4. Gunakan kata dan kalimat sederhana yang mudah dicerna.
  5. Hati-hati dalam memilih kata, ada beberapa kata yang terdengar ‘kasar’ bagi sebagian orang namun dianggap normal bagi orang lain. Jangan sampai pemilihan katamu menimbulkan kesalahpahaman ya!
  6. Tersenyumlah! Sehingga usahamu untuk berkomunikasi dengan mereka akan terlihat, meskipun Kamu merasa kesulitan untuk berkata-kata.

Komunikasi non-verbal

Komunikasi non-verbal akan sangat membantu dalam berkomunikasi saat Kamu sulit menggunakan kata-kata agar bisa dipahami. Bentuk komunikasi non-verbal contohnya yaitu:

  1. Punggung yang tegak – sikap yang positif.
  2. Punggung yang merosot – sikap yang negatif.
  3. Wajah gusar – tidak nyaman di area kerja; tidak menyukai lawan bicara.
  4. Wajah tersenyum – merasa bahagia; merasa senang untuk melayani tamu.
  5. Lengan disilangkan – sikap defensif.
  6. Lengan di samping tubuh – sikap terbuka.
  7. Mengacungkan jempol – menyatakan rasa setuju terhadap sesuatu.

Saat berhadapan dengan keterbatasan bahasa dalam melayani tamu, Kamu harus berusaha melayani mereka melalui bahasa tubuh atau kata-kata sederhana yang mudah dipahami. Meskipun berkomunikasi dengan tamu menjadi sulit dan memerlukan waktu, setidaknya Kamu menunjukkan kesediaan untuk melayani mereka dengan baik.

Baca juga: 7 Jenis Perbedaan Budaya yang Perlu Kamu Ketahui.

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News