Cara Menghindari Cross Contamination pada Makanan

Cara Menghindari Cross Contamination pada Makanan

Editor AJAR.id

Cara Menghindari Cross Contamination pada Makanan

AJAR.id – Hello Ajarian! Cross contamination adalah terjadinya pencemaran makanan (termasuk peralatan dan area pengolahan makanan) dengan bakteri, bahan kimia atau substansi lain yang menyebabkan alergi, sebagai akibat dari kontak dengan sumber kontaminasi.

Bakteri tidak dapat terbang atau melompat sehingga mereka bergantung pada perantara yang memindahkan mereka dari satu tempat ke tempat lainnya, baik melalu kontak langsung maupun tidak.

Kontak langsung yaitu misalnya saat Kamu menggunakan pisau untuk memotong daging mentah dan langsung dilanjutkan dengan mengiris daging matang. Bakteri dari daging mentah maka akan berpindah melalui pisau ke daging yang sudah matang.

Sementara kontak tidak langsung bisa terjadi saat kamu batuk lalu menutup mulut dengan tangan, kemudian tanganmu langsung menyentuh bahan makanan tanpa dibersihkan dahulu.

Barikut adalah cara menghindari cross contamination pada makanan:

  1. Menjaga kebersihan dan kesehatan diri
    Sebelum mulai bekerja, pastikan pakaian seragam Kamu sudah bersih. Jangan lupa kenakan apron untuk melindungi pakaian dari kotoran. Para food handler tidak diperbolehkan untuk mengenakan seragam menuju tempat kerja dan sebaliknya demi menjaga higienitas pakaian tersebut. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan.

Tak hanya itu, Kamu patut menjaga kesehatan diri. Jangan bersentuhan langsung dengan makanan jika kondisimu sedang sakit. Dilarang batuk dan bersin di dekat makanan dan Kamu wajib mengenakan plester bila ada bagian tubuh yang terluka.

  1. Memelihara kebersihan peralatan dapur
    Ingatlah untuk selalu membersihkan dan mensterilkan peralatan memasak beserta area pengerjaannya. Saat menggunakan pisau, cuci dulu setiap akan berganti dari bahan mentah ke makanan matang.

Peralatan yang digunakan pun harus berstandar food-grade. Selain itu, bedakan chopping board untuk memotong bahan mentah dan matang. Bila ada peralatan atau bagian kitchen yang rusak, segera perbaiki ya!

  1. Membuang makanan yang terkontaminasi
    Segera buang makanan yang sudah terkontaminasi, seperti makanan yang jatuh ke lantai atau terpapar bersin dan batuk. Tak hanya itu, makanan yang dikembalikan dari customer juga perlu dibuang dan dilarang untuk dikonsumsi lagi.
  2. Memisahkan antara bahan mentah dengan makanan matang
    Pemisahan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya cross contamination. Caranya antara lain dengan menugaskan food handler yang berbeda untuk mengolah bahan mentah dan matang/siap saji, memisahkan penyimpanan makanan mentah dan matang, serta membedakan sink untuk mencuci high-risk food dengan sayuran untuk salad.
  3. Membuang benda-benda sekali pakai
    Segera buang benda-benda sekali pakai (single-use) setelah digunakan atau setelah diketahui benda tersebut sudah tercemar. Contoh benda sekali pakai adalah tisu dan disposable gloves, benda-benda tersebut mengakibatkan cross contamination jika dipakai berulang-ulang. (Baca Selengkapnya: Penggunaan Disposable Gloves yang Benar)

Itulah hal-hal yang bisa Kamu lakukan untuk menghindari cross contamination pada makanan. Cross contamination tidak hanya bisa terjadi saat pengolahan, namun juga ketika makanan akan disajikan. Maka dari itu, pastikan Kamu memantau kualitas makanan sampai berada pada food display atau hingga dihidangkan ke tamu, ya Ajarian!

Baca juga: Tips Menjaga Kebersihan Diri Saat Bekerja di Hotel

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News