Cara Menyampaikan Feedback untuk Memotivasi Karyawan

Cara Menyampaikan Feedback untuk Memotivasi Karyawan

Editor AJAR.id

Cara Menyampaikan Feedback untuk Memotivasi Karyawan

AJAR.id – Hello Ajarian! Ketika menyelenggarakan coaching kepada karyawan, sebagai coach Kamu diharapkan untuk mampu membuat sesi coaching berjalan lancar dan optimal. Tujuannya tentu agar ‘goal’ alias tujuan dari sesi coaching bisa tercapai.

Tidak hanya itu saja, Kamu juga perlu menyampaikan feedback kepada peserta coaching untuk membangun dan mendukung semangat belajar mereka. Feedback berperan besar untuk menginspirasi peserta agar terus belajar dan mengembangkan skill yang dimiliki.

Sebelum mempelajari cara menyampaikan feedback yang tepat, pahami dulu kaidah dalam menyampaikan feedback:

  1. Feedback harus mengandung pesan yang memberi arahan kepada peserta coaching
  2. Feedback harus selalu disampaikan dan menjadi bagian dari sesi coaching
  3. Feedback harus bersifat membangun agar peserta coaching merasa termotivasi untuk terus belajar
  4. Feedback sebaiknya disampaikan tepat waktu agar peserta dapat menerapkan hal-hal yang disampaikan dalam feedback
  5. Feedback hendaknya disampaikan dengan menyertakan perkembangan peserta tersebut, sehingga peserta memiliki indikasi yang jelas tentang bagaimana cara untuk meningkatkan kinerja mereka. Cara ini dilakukan untuk memotivasi peserta dalam mencapai skill set tertentu
  6. Selalu jelaskan dahulu hasil belajar (learningoutcome) dari sesi coaching tersebut dengan spesifik, agar peserta memahami bahwa feedback yang disampaikan memang berkaitan dengan tujuan akhir coaching tersebut
  7. Feedback harus memandu peserta agar mampu menjadi pembelajar mandiri (independent learner) yang berpikir kritis

Feedback bisa disampaikan baik melalui komunikasi verbal maupun nonverbal.

Komunikasi Verbal

Menyampaikan feedback umumnya disampaikan secara verbal, sebagai contoh:

“Cara Kamu melayani tamu sudah tepat, namun sebaiknya Kamu tawarkan dahulu welcome drink saat mereka baru tiba”

Kunci dalam memberikan feedback adalah: singkat, relevan, dan tepat.

Sebaiknya Kamu menghindari kata-kata yang terdengar kontra-produktif. Misalnya, Kamu ingin mengatakan bahwa sebuah pekerjaan adalah mudah untuk dilakukan, kemudian Kamu berkata “Toni, Kamu pasti bisa mempelajari teknik ini, karena sangat mudah layaknya permainan anak-anak!”

Tujuan utamamu di sini adalah untuk menanamkan mindset kepada Toni bahwa pekerjaan tersebut sangat mudah dan mendorong agar mereka tidak takut untuk mempelajarinya. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang positif, namun bagaimana jika ternyata Toni tidak mampu mempelajari teknik tersebut dengan cepat?

Secara tidak langsung, berarti Kamu menyatakan bahwa Toni tidak lebih mahir dari ‘anak-anak’. Toni pun justru menjadi tidak termotivasi. Maka dari itu, sebagai coach Kamu harus sangat peka terhadap apa yang hendak disampaikan.

Ketika Kamu hendak menyampaikan feedback yang bersifat negatif, Kamu bisa menggunakan konsep sandwich (positif-negatif-positif). Dalam konsep ini, feedback negatif disampaikan dengan cara ‘menyelipkannya’ di antara feedback positif. Contohnya bisa Kamu lihat dalam ilustrasi berikut:

“Rani, hidangan roasted turkey with lemon and rosemary yang Kamu buat sungguh mengesankan. Saya rasa customer akan sangat menyukainya sebagai menu main course terbaru kita. (positive)

Namun sebaiknya Kamu mengganti tatanan garnish-nya agar terlihat lebih menarik dan menggugah selera. (negative)

Secara keseluruhan saya puas, rasa daging kalkun-nya sangat lembut dan juicy.” (positive)

request dibuat ilustrasinya

Contoh di atas menggambarkan bahwa sang coach menjelaskan kekurangan dari hidangan Rani, yaitu garnish, namun dengan tetap menunjukkan apresiasi atas sisi positif dari hal tersebut. Dalam menyampaikan feedback negatif, Kamu juga bisa menggunakan kata ‘kami’ daripada ‘saya’ agar feedback tidak terlalu terkesan personal.

Komunikasi Nonverbal

Merupakan komunikasi yang dilakukan melalui bahasa tubuh. Sebagai coach, Kamu patut memerhatikan bahasa tubuhmu untuk menghindari penyampaian pesan negatif kepada peserta coaching secara tidak sadar.

Sebagai contoh, Kamu mungkin menunjukkan ‘sinyal’ negatif seperti wajah merengut atau menggelengkan kepala ketika sedang berhadapan dengan peserta. Sinyal-sinyal negatif ini akan menghambat proses pembelajaran dan harus Kamu hindari!

Jadi, berhati-hatilah dengan bahasa tubuhmu agar tidak timbul kesalahpahaman. Tentu tidak cocok ketika Kamu memuji peserta atas pencapaian mereka sementara raut wajahmu menunjukkan ketidakpuasan.

Baca juga: Tips untuk Mendorong Peserta Coaching Aktif Bertanya

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News