Cara Menyimpan Data dengan Sistem Komputasi Offline

Cara Menyimpan Data dengan Sistem Komputasi Offline

AJAR Hospitality

Cara Menyimpan Data dengan Sistem Komputasi Offline

AJAR.id – Halo Ajarian! Dalam artikel Opsi Penyimpanan Data, Kamu telah mempelajari berbagai metode dalam penyimpanan data, baik secara online maupun offline. Kali ini Kamu akan lebih jauh menelusuri cara penyimpanan dan pengaksesan data secara offline.

Penyimpanan data secara offline dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa hardware, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Semua penyimpanan data yang Kamu lakukan secara offline membutuhkan penataan yang terorganisir dengan baik.

Pengaturan penyimpanan data yang terorganisir akan memudahkanmu dalam proses pencarian. Hal tersebut akan ditentukan dari caramu memberikan penamaan serta penempatan data di dalam perangkat komputermu.

Data-data yang tersimpan dalam kondisi offline dapat mengalami berbagai kemungkinan masalah, seperti rusak, terhapus (secara tidak disengaja), atau kelupaan penamaan dan peletakan file.

Untuk menanggulangi jenis permasalahan yang terakhir diperlukan suatu usaha pengorganisasian data yang disimpan secara offline. Penataan folder harus sesuai tanggal dan urutan, serta file-file yang terdapat di dalamnya harus sesuai dengan konten folder.

Penyimpanan yang dilakukan ke dalam ruang penyimpanan internal, seperti pada hard disk komputer, harus juga dicadangkan ke dalam media penyimpanan lain. Penggunaan memorystick, atau yang lebih dikenal dengan “flash disk”, dapat dijadikan sarana pencadangan.

Selalu periksa kembali recycle bin sebelum mengosongkan semua data yang telah dihapus ke dalamnya. Terkadang kesalahan penghapusan data yang tanpa sengaja dapat terjadi ketika Kamu menghapus beberapa data sekaligus yang sudah tidak dianggap penting.

Dalam pengaturan sistem operasi Windows sendiri misalnya, baru-baru ini juga terdapat pemutakhiran instruksi yang akan secara otomatis menghapus data yang sudah berada di suatu sistem penyimpanan selama 90 hari. Kamu sebaiknya mematikan opsi pengaturan ini.

Ketika suatu sistem komputer sudah terjangkit virus (atau malware) biasanya hal ini akan berpengaruh terhadap penyimpanan data. Ada kemungkinan data yang terkena virus tersebut rusak atau tidak dapat dibuka.

Untuk menanggulanginya, Kamu dapat memanfaatkan antivirus bawaan dari Windows (Windows Defender) atau yang disediakan oleh pihak ketiga.

Penggunaan flash disk ke lebih dari satu perangkat komputer pun dapat memberi kemungkinan penyebaran virus. Oleh karena itu, Kamu lebih disarankan untuk melakukan transfer file dengan metode online sharing, baik melalui email maupun jaringan ethernet.

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Penggunaan Aplikasi Microsoft Access

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News