Corporate Training Need Analysis

Corporate Training Need Analysis

Editor AJAR.id

Corporate Training Need Analysis

AJAR.id  Hello Ajarian! Setelah sebelumnya membahas strategic training need analysispada artikel ini AJAR.id akan mengulas corporate training need analysis (level pertama strategic training need analysis).

Level 1 strategic training need analysis atau corporate training need analysis mengulas bagaimana penerapan sebuah kebutuhan pelatihan dirumuskan untuk seluruh hotel dari grup corporate hotel itu sendiri. Bagian ini hanya dapat diterapkan untuk hotel chain.

Tujuannya adalah agar semua hotel di bawah grup yang dipimpinnya mampu mengikuti strategi yang dicanangkan oleh kantor pusat. Pendekatan ini juga disebut sebagai Global Training Need Analysis.

Kenapa Kantor Pusat Mewajibkan Pelatihan?

Setiap korporasi tentunya memiliki strateginya sendiri untuk memenangkan persaingan bisnis. Oleh karena itu, kantor pusat merumuskan sebuah pelatihan yang diselaraskan dengan kebutuhan bisnis dan harus diikuti oleh semua unit hotelnya.

Strategi korporasi bisa bermacam-macam dan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang di bawah:

  • Pemetaan segmentasi pasar secara umum di semua unit hotel
  • Peluncuran standar merek yang baru
  • Peluncuran alat manajemen bisnis yang baru
  • Penentuan target-target pengembangan jumlah karyawan (talent development)financial, audit, customer satisfaction index, employee opinion survey, dan berbagai macam perspektif target lainnya sesuai standar dari masing-masing kantor pusat.

Siapa yang merumuskan TNA ini?

Umumnya divisi Corporate Human Resources akan berdiskusi secara intensif dengan CEO dan Corporate Board of Director untuk memetakan strategi korporasi yang akan dicapai, lalu melihat level keterampilan karyawan saat ini secara global/grup.

Setelah itu, divisi Human Resource akan menyusun arahan untuk semua unit untuk melakukan pelatihan sesuai dengan topik yang telah ditentukan dan menganggarkan besaran investasi yang harus dikeluarkan ke dalam sebuah Business Plan.

Setelah dirumuskan target bisnis yang akan dicapai beserta dengan kebutuhan pelatihannya, maka kantor pusat akan mengirimkan target-target dan judul-judul pelatihan kepada semua unit hotel yang harus dicapai.

Sebagai contoh: dari data Segmentasi Pasar yang dipaparkan oleh Corporate Director of Sales kepada Board of Directors menunjukkan bahwa:

Tren pangsa pasar beralih sebanyak 40% dari pasar EROPA menuju ke pangsa pasar CHINA. Lalu setelah Kamu meninjau secara internal, ternyata 90% dari total populasi karyawan masih belum memahami tentang perilaku pasar China (Chinese Customer Behaviour).

Dengan melihat contoh fakta di atas, maka kantor pusat mewajibkan seluruh unit hotelnya untuk melakukan pelatihan-pelatihan di bawah:

  • Bagaimana berbicara dengan menggunakan Bahasa China
  • Training yang berkaitan dengan masakan-masakan tradisional China
  • Tata cara menyambut dan melayani turis China
  • dan lain sebagainya.

Nah, Sahabat Ajarian sekarang sudah tahu kan penerapan TNA di tingkat corporate. Baca juga ya artikel selanjutnya hotel training need analysis atau level kedua dari strategic training need analysis.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News