Digaji untuk Dimarahi

Digaji untuk Dimarahi

Editor AJAR.id

Digaji untuk Dimarahi

AJAR.id – Hello Ajarian! Tulisan ini akan mengulas hubungan antara atasan dan bawahan sehingga tujuan kariermu dapat tercapai sesuai perencanaan yang telah Kamu buat.

Seperti kita ketahui bahwa pergerakan dunia bisnis sangatlah dinamis, hal ini selaras dengan budaya kerja yang menuntutmu untuk dapat bekerja dengan cepat, tepat, serta mampu memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain, baik dengan pelanggan, kolega, maupun atasan kita.

Setiap orang pastinya ingin bekerja sebaik mungkin. Namun, pernahkah atasanmu marah karena pekerjaanmu selalu dianggap salah?

Berikut adalah 5 sisi positif dari seorang atasan yang memarahimu.

  1. Marah Adalah Hak Eksklusif Sang Atasan

Sebagai seorang atasan, mereka memikul tanggung jawab yang sangat berat karena mereka dituntut oleh target, baik dari sang pemilik, kolega, maupun pelanggan. Oleh karena itu, mereka akan menuntut kita agar sesuai dengan apa yang ia inginkan agar tugas dan tanggung jawab yang dipikulnya dapat berjalan dengan lancar.

  1. Marah Karena Sayang

Bila atasanmu marah, berarti mereka menaruh perhatian terhadapmu. Oleh karena itu, bila memang pekerjaan kita salah ya minta maaf saja dan hindari melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. 

  1. Mengasah Kompetensi 

Atasanmu pastinya memiliki harapan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas kerja. Selain itu, mereka juga yang memberikan pekerjaan dan menggaji kita, wajar bila mereka miliki harapan tersebut.

Itu berarti, jika mereka marah berarti apa yang ia inginkan masih belum sama dengan yang kita kerjakan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

  1. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Kamu akan sukses bila Kamu dapat mengalahkan emosimu. Setinggi apa pun IQ-mu, namun EQ juga sangat diperlukan dalam bekerja. Mengatur emosi memang tidak mudah, sering kali kita merasa bahwa diri kita yang paling benar. Padahal, belum tentu benar di mata orang lain. Banyak kasus di mana orang pintar terjebak dalam kariernya hanya karena ia tidak mampu menguasai emosinya.

  1. Berpikiran Positif

Hal ini mudah diucapkan, namun sulit untuk diaplikasikan. Umumnya, bila emosi sudah melanda diri kita, terkadang kita memandang atasan kita secara negatif. Padahal sudah pasti tujuannya untuk kebaikan kita.

Sebaiknya ketika sang atasan marah, maka dengarkan dengan seksama dan perhatikan “Apa yang ia inginkan”. Hindari menjawab atau berargumentasi dengan kata “Soalnya” karena kata tersebut berfokus kepada masalah yang dapat menimbulkan “masalah baru” dan dapat membuat atasanmu menjadi bertambah “lebih marah”.

Usahakan untuk mengatakan “bagaimana jika” sehingga Kamu berfokus untuk memberikan “solusi”. Perlu Kamu ingat bahwa atasan menginginkan “solusi”, bukan “masalah”. Sehingga, Kamu akan dianggap lebih “mandiri” dan “kompeten” dalam mengerjakan pekerjaanmu.

Pesan untuk Sang Atasan

"Marah" bukanlah solusi yang tepat karena dapat mempengaruhi motivasi bawahan. Tegurlah karyawan dengan cara-cara yang baik dengan memperhatikan etika-etika yang ada.

Sampaikan harapan-harapanmu dengan jelas dan katakan hal-hal yang sudah dikerjakan dengan baik dan hal-hal yang harus ditingkatkan oleh karyawan. Fokuskan kepada hasil kerja dan membina hubungan positif dengan bawahan. Sehingga, produktivitas kerja dapat diraih dengan maksimal dan suasana kerja dapat terpelihara dengan baik.

Jadi, apakah Kamu masih sering dimarahi oleh atasanmu?

Jika iya, maka Kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Karena, suatu saat nanti Kamu akan mengenang atasanmu sebagai seseorang yang telah membimbing Kamu ke puncak kariermu.

Kesimpulan:

  • Selalu berpikir positif atas situasi yang kita hadapi dan menggunakan masalah sebagai peluang untuk mengasah kaliber dan kecerdasan emosi kita ke tingkatan yang lebih tinggi.
  • Marah bukanlah solusi yang tepat bagi atasan, tahan emosimu dan sampaikan harapanmu dengan cara-cara yang baik.

Selamat menikmati proses dalam menggapai karier impianmu dan semoga dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah Kamu buat.

Baca juga: Pentingnya Personal Branding bagi Hotelier

Salam Jempol!

Recommended Posts

AJAR in The News