Disruptive Innovation di Bidang Pariwisata dan Perhotelan

Disruptive Innovation di Bidang Pariwisata dan Perhotelan

Editor AJAR.id

Disruptive Innovation di Bidang Pariwisata dan Perhotelan

AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang telah kita ketahui bahwa kita sekarang berada di era Revolusi Industri 4.0, sebagai hotelier jempolan tentunya kita harus tahu dengan perubahan dan perkembangan di bidang pariwisata dan perhotelan. Pada artikel ini, AJAR.id akan mengulas tentang disruptive innovation di bidang pariwisata dan perhotelan.

Apa sih disruptive innovation?

Menurut Clayton M. Christensen (1997), disruptive innovation (inovasi disruptif) adalah sebuah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan menggantikan teknologi yang sudah ada. Pada awalnya, inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar. Umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru. Namun, pada akhirnya inovasi disruptif menurunkan harga pada pasar yang lama, yang sudah ada.

Lalu apa inovasi disruptif di bidang pariwisata dan perhotelan?

Salah satu contoh inovasi disruptif di bidang pariwisata dan perhotelan Indonesia adalah munculnya online travel agent (OTA). Dengan adanya Si Online, tentunya pasar dari Offline yang sudah lama berdiri ini menjadi berkurang, karena pasarnya diambil alih oleh si Online dan akibatnya Si Offline ini gulung tikar atau beralih ke Si Online. Oleh karena itu, Si Online ini termasuk salah satu inovasi disruptif.

Nah, Jika bisnismu ingin menjadi salah satu dari disruptive innovation, ada beberapa elemen penting yang harus Kamu perhatikan.

Seperti yang tertera pada di atas, ada 4 elemen dalam disruprtive innovation.

  1. Teknologi
    Teknologi canggih yang simpel. Di mana teknologi yang digunakan harus mempermudah customer. Jika Kamu menggunakan teknologi yang biasa-biasa saja, tentunya bukanlah disruptive innovation. Selain itu, teknologi tersebut haruslah ramah penggunanya.
  2. Harga
    Tidak hanya menggunakan teknologi, namun juga low-cost. Harga produk atau layanan yang ditawarkan oleh inovasi disruptif haruslah lebih murah meskipun dengan product dan service yang sama.
  3. Nilai
    Selain teknologi canggih dan low-cost, elemen yang tidak kalah pentingnya juga adalah tetap memiliki nilai. Tentunya tidak asal jual dengan harga yang murah mengakibatkan kerugian.
  4. Regulasi and standard
    Nah, untuk memfasilitasi ketiga elemen yang telah disebutkan tadi, harus ada regulasi dan standar yang mengaturnya. Di mana hal ini yang akan menunjang dan menjadi pilar dalam operasionalnya.

Sahabat Ajarian, itulah disruptive innovation di bidang pariwisata dan perhotelan dan elemen-elemen inovasi disuptif. Semoga artikel ini menambah pengetahuanmu untuk di bidang pariwisata dan perhotelan dan menjadikanmu bisnismu menjadi lebih baik.

Salam Jempol!

By Andra

Recommended Posts

AJAR in The News