Faktor-Faktor Penting dalam Menginspeksi Risiko dan Bahaya

Faktor-Faktor Penting dalam Menginspeksi Risiko dan Bahaya

Editor AJAR.id

Faktor-Faktor Penting dalam Menginspeksi Risiko dan Bahaya

AJAR.id – Hello Ajarian! Setelah sebelumnya Kamu membaca artikel tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Industri Pariwisata dan Perhotelan. Kali ini AJAR.id akan mengajakmu untuk melanjutkan pembahasan tentang faktor-faktor yang tidak boleh Kamu abaikan ketika sedang melakukan inspeksi risiko dan bahaya di area kerja.

Pendekatan sistematis dalam melakukan peninjauan bahaya dan risiko amat penting dilakukan dan perhatian khusus perlu diberikan kepada kasus-kasus tertentu yang dapat sewaktu-waktu timbul di suatu area kerja.

Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan identifikasi bahaya dan risiko adalah waktu pelaksanaan proses identifikasi tersebut.

Waktu Pelaksanaan Identifikasi Masalah

  • Sebelum bangunan industri atau area kerja digunakan untuk pertama kali dan setelah beberapa saat digunakan.
  • Sebelum, pada saat, dan setelah instalasi sistem dan peralatan dilakukan.
  • Sebelum, pada saat, dan setelah penggantian sistem dan peralatan.
  • Sebelum, pada saat, dan setelah perubahan tata letak area kerja.
  • Sebelum dan setelah terjadi perubahan tata cara atau prosedur kerja baru.
  • Ketika informasi baru terkait keselamatan dan kesehatan kerja tersedia.
  • Setelah terjadi Kejadian Nyaris Cedera (NYC).
  • Pada saat terjadi peristiwa kecelakaan atau cedera di area kerja.
  • Pelaksanaan jadwal inspeksi kemungkinan bahaya dan risiko di area kerja.

Faktor-Faktor Lain Terkait Identifikasi Bahaya dan Risiko

Selain waktu pelaksanaan, faktor-faktor lain yang tidak kalah penting untuk Kamu perhatikan adalah:

  • Penekanan dan cakupan inspeksi – apa dan di area mana yang akan diperiksa.
  • Tata cara inspeksi – dalam hal ini ‘berkeliling’ di area target merupakan cara konvensional terbaik yang dapat dilakukan.
  • Frekuensi pelaksanaan inspeksi – inspeksi rutin amat penting untuk dilakukan: satu bulan sekali akan sangat baik, tapi setidaknya tiga bulan sekali pun akan cukup.
  • Pihak yang terlibat dalam proses inspeksi – pekerja, tim K3, dan pihak manajemen harus terlibat dalam proses inspeksi tersebut.
  • Pihak yang akan bertanggung jawab – dalam hal ini pihak yang akan bertanggung jawab dalam perbaikan dan peningkatan keselamatan (biasanya dari pihak manajemen atau pemilik industri).
  • Indikator pelaksanaan – hal ini untuk memastikan ketepatan dan keefektivan langkah yang ditempuh dalam proses inspeksi, termasuk di dalamnya Analisa data dan pencegahan risiko.
  • Dokumentasi kegiatan – bagaimana proses inspeksi tersebut didokumentasikan sehingga terdapat catatan-catatan faktual dan empiris terkait pencegahan dan penanggulangan risiko.

Itulah faktor-faktor yang sebaiknya tidak Kamu lewatkan ketika Kamu akan melaksanakan proses inspeksi kemungkinan bahaya dan risiko.

Baca juga: Contoh-Contoh Kemungkinan Bahaya dan Risiko berdasarkan K3

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News