Individual Training Need Analysis

Individual Training Need Analysis

AJAR Hospitality

Individual Training Need Analysis

AJAR.id – Hello Ajarian! Setelah sebelumnya kita belajar tentang departemental training need analysispada artikel ini AJAR.id akan mengulas individual training need analysis (level keempat strategic training need analysis).

Level 4 strategic training need analysis atau individual training need analysis digunakan untuk menganalisa kebutuhan pelatihan untuk masing-masing karyawan yang disesuaikan dengan strategi suksesi kepemimpinan (succesion plan) pada tiap-tiap hotel. Hal ini juga kami sebut dengan Talent Training Need Analysis(TTNA)

Individual Training Need Analysis merupakan model TNA yang digunakan untuk menganalisa kebutuhan pelatihan untuk masing-masing karyawan yang disesuaikan dengan strategi suksesi kepemimpinan (succesion plan) pada tiap-tiap hotel. 

Dengan maraknya perkembangan bisnis hotel dan ketatnya persaingan dalam memperoleh karyawan yang tepat (talent war), sebaiknya tiap hotel merancang pengembangan karier untuk karyawan internalnya.

Umumnya, untuk hotel chain, kantor pusat menargetkan jumlah karyawan yang akan dikembangkan ke level selanjutnya dengan besaran jumlah dan menyasar kepada level-level tertentu. Ya, katakanlah level Supervisor, Manager, Executive Assitant Manager, General Manager hingga Corporate/Regional Level. Di samping menyiapkan kandidat internal, tujuan dari model ini adalah untuk memastikan budaya perusahaan yang diwakili oleh para pemimpin-pemimpin tersebut menjadi konsisten sepanjang masa.

Bagaimanapun juga mengembangkan karyawan internal merupakan hal yang sangat baik dan efektif dibandingkan merekrut dari pihak luar, karena:

  • Mereka sudah memahami budaya kerja yang ada
  • Performa mereka bisa diteliti dan dikembangkan
  • Meningkatkan motivasi karyawan internal lainnya
  • Meningkatkan suasana kerja yang kondusif
  • Meningkatkan rasa cinta terhadap perusahaan.

Contoh penerapannya misalnya:

Corporate Office menargetkan hotel untuk mengembangkan 1 orang kandidat General Manager. Lalu, pihak unit hotel akan menentukan siapa-siapa saja yang akan dikembangkan.

Pertanyaannya? Bagaimana caranya agar Kamu terhindar dari subjektivitas ketika ingin mengembangkan target karyawan yang Kamu kembangkan?

Untuk memastikan bahwa proses analisa terjadi secara objektif, maka Kamu dapat menggunakan 2 cara sebagai berikut:

  1. Performance Report
    Kamu dapat mulai menganalisa dengan menggunakan data-data yang berhubungan dengan performa kerja atas karyawan yang ingin dikembangkan. Data tersebut dapat berupa: Hasil Performance Appraisal selama tiga tahun terakhir, hasil Audit dan data-data pencapaian lainnya yang berhubungan dengan departemen dari karyawan tersebut.
  2. Selection Test
    Kamu dapat bekerja sama dengan GM Kamu untuk membuat beberapa tes yang berhubungan dengan kompetensi kerja saat ini dan kompetensi kerja pada posisi yang akan diberikan kepada calon kandidat. Lalu, lihat hasilnya dan tentukan GAP-nya. Selain itu, Kamu juga dapat membuat tes-tes di bawah:
  • English Test
  • Leadership Assessment
  • EQ Assessment
  • Competency Assessment
  1. Selection Interview
    Proses wawancara ini digunakan untuk meneliti lebih lanjut mengenai motivasi kandidat dalam meniti kariernya, mengetahui tujuan personal dan profesional yang hendak dicapai.

Setelah Sahabat Ajarian selesai melakukan ketiga hal di atas, langkah selanjutnya menentukan kebutuhan pelatihan dan membuat rencana pelatihan (silabus) untuk calon kandidat yang akan dikembangkan kariernya ke level yang diinginkan.

Baca juga: 6 Langkah Mudah dalam Melaksanakan Training Need Analisys

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News