Jenis-Jenis Pengendalian Risiko Beserta Tingkatannya dalam K3

Jenis-Jenis Pengendalian Risiko Beserta Tingkatannya dalam K3

AJAR Hospitality

Jenis-Jenis Pengendalian Risiko Beserta Tingkatannya dalam K3

AJAR.id – Halo, Ajarian! Setelah sebelumnya disinggung mengenai latar belakang pengendalian risiko, kali ini AJAR.id mengajakmu untuk mengeksplorasi jenis-jenis pengendalian risiko beserta tingkatannya dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dalam hal pengendalian risiko, terdapat beberapa bentuk atau jenis berdasarkan tingkat keefektivitasannya yang ketika diterapkan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik dari lainnya.

Secara umum bentuk dari pengendalian risiko tersebut terdiri dari dua hal utama, yaitu safe place, dan safe person.

Safe place lebih mengutamakan keselamatan yang ditimbulkan atas tempat atau ruang kerja, sementara safe person menitikberatkan pada tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam dunia keselamatan dan kesehatan kerja, safe place jauh lebih diutamakan daripada safe person. Alasannya adalah karena keselamatan yang ditimbulkan dari area atau ruang kerja memiliki dampak yang jauh lebih luas ketimbang lainnya.

Misalnya, akan jauh lebih baik menciptakan tempat atau ruang kerja yang aman daripada harus mewajibkan setiap pekerja untuk mengenakan pakaian keselamatan, dan bertolak dari pola pemikiran itulah susunan pengendalian risiko diprioritaskan.

Susunan Tindakan Pengendalian Risiko

Secara umum susunan tindakan pengendalian risiko terdiri dari:

  1. Eliminasi
  2. Substitusi
  3. Isolasi
  4. Pengendalian teknis
  5. Pengendalian administratif
  6. Penggunaan peralatan dan pakaian keselamatan.

Secara hirarki, tingkat keefektivitasan daftar di atas diurutkan dari atas (tertinggi) hingga ke paling bawah (terendah).

Selain itu, jenis-jenis pengendalian risiko (yang disebutkan di atas) dapat digolongkan menjadi tiga tingkat:

  • Tingkat 1: Eliminasi (bagian dari safe place yang dianggap paling efektif)
  • Tingkat 2: Isolasi, Substitusi, dan Pengendalian Teknis (prioritas kedua dari opsi safe place)
  • Tingkat 3: Pengendalian Administratif serta Penggunaan Peralatan dan Pakaian Keselamatan (menduduki tingkat prioritas terakhir yang berupa safe person).

Tingkat 1 – Eliminasi

Eliminasi memiliki tingkat keefektivitasan tertinggi dan merupakan pilihan terbaik dalam pengendalian risiko meskipun tidak selalu dapat dilakukan dalam semua situasi dan kondisi area kerja.

Eliminasi merupakan tindakan penghapusan prosedur sehingga kebijakan yang terdapat di dalamnya tidak perlu dilakukan sama sekali. Seperti misalnya:

  • Proses pembersihan yang tanpa menggunakan zat-zat kimia berbahaya sehingga prosedur penggunaan bahan kimia tersebut dapat dihapuskan
  • Membeli bahan baku makanan siap olah sehingga tidak diperlukan lagi proses pengirisan atau pemotongan menggunakan pisau
  • Mengganti atau meniadakan peralatan dan fasilitas yang menimbulkan kebisingan sehingga tidak perlu diberlakukan lagi prosedur penggunaan pelindung telinga.

Peniadaan zat-zat berbahaya harus selalu menjadi prioritas utama karena cara inilah yang paling efektif dalam mewujudkan keselamatan di area kerja.

Bila memang tahap eliminasi ini tidak dapat dilakukan karena berbagai alasan tertentu, maka langkah selanjutnya adalah melakukan tindakan kedua (Tingkat 2) dan/atau ketiga (Tingkat 3).

Nah, bagi Kamu yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai Tingkat 2, sebaiknya Kamu baca juga cara Mewujudkan Keselamatan Area Kerja melalui Isolasi, Substitusi, dan Pengendalian Teknis.

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News