Karakter Pemimpin Jempolan menurut Ki Hajar Dewantara

Karakter Pemimpin Jempolan menurut Ki Hajar Dewantara

Editor AJAR.id

Karakter Pemimpin Jempolan menurut Ki Hajar Dewantara

AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang kita ketahui, General ManagerManager, dan Supervisor merupakan pemimpin di dalam sebuah unit hotel. Mereka bertanggung jawab terhadap kinerja dan sikap karyawannya. Namun, masih banyak pemimpin yang belum mempunyai karakter sehingga sering kali diabaikan oleh staf yang dipimpinnya.

Lalu karakter seorang pemimpin yang seperti apa yang harus dimiliki?

Mengutip ungkapan dari Ki Hajar Dewantara, pemimpin haruslah memiliki karakter sebagai berikut:

  1. ING NGARSO SUNG TULADHA
    Karakter pemimpin yang pertama adalah ing ngarso sung tuladha atau yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Pemimpin berada di depan untuk memberikan contoh”.
    Contoh yang dimaksud dalam ungkapan tersebut adalah contoh yang baik yang bisa ditiru oleh stafnya. Ibarat sebuah cermin, perilaku staf akan bercermin kepada perilaku seorang pimpinannya (Personality Mirroring).
    Pernahkah Kamu mendengar celotehan rekan kerjamu seperti ini “pimpinannya aja sering mbolosan gitu.. mosok anak buahnya gak boleh mbolos”, atau celotehan seperti ini “lah... manajerku aja kerjanya seenaknya sendiri kok... ngapain harus kerja keras?” atau yang terakhir seperti: "Manajernya aja enggak bisa kerja, gimana mau bener operasional hotel?"
    Celotehan tersebut, adalah salah satu bukti bahwa seorang staf akan bercermin kepada perilaku seorang Manajernya. Oleh karena itu, seorang pemimpin (GM, Manajer, Supervisor) haruslah bisa memberikan contoh yang baik terhadap staf yang dibimbingnya.
    Sehingga, staf memiliki attitude yang baik dan lebih profesional di dalam bekerja. Mencontohkan melakukan aturan yang dibuat sendiri atau mencontohkan bagaimana melakukan sebuah pekerjaan dengan cara melatih.
  2. ING MADYA MANGUN KARSO
    Karakter pemimpin yang kedua adalah ing madya mangun karso atau yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Pemimpin berada di tengah untuk memberikan semangat”. 
    Sebuah team work yang solid apabila memiliki pemimpin yang mampu memberikan daya semangat juang yang tinggi untuk menampilkan sesuatu, apabila sebuah tim memiliki seorang pimpinan yang selalu optimis dan memiliki daya juang, maka staf yang dipimpinnya pun akan memiliki daya juang yang sama juga, ibaratnya energi positif seorang pemimpin akan menular kepada bawahannya.
    Selain itu, makna lain dari ungkapan di atas adalah pemimpin haruslah bisa menjadi penengah dan juru mediasi apabila terjadi sebuah konflik sehingga apabila muncul sebuah konflik, konflik tersebut segera dapat diselesaikan sehingga tidak mengganggu kinerja sebuah tim.
  3. TUT WURI HANDAYANI
    Karakter pemimpin yang ketiga adalah tut wuri handayani atau yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Pemimpin berada di belakang untuk memberikan dorongan”.
    Dorongan yang dimaksud adalah dorongan agar seorang staf dapat berkembang work skill-nya. Terkadang terdapat pemimpin yang “ogah-ogahan” mendidik staf yang dipimpinnya karena takut apabila nantinya staf tersebut jauh lebih maju dari dia. Pemikiran tersebut sangat tidak dibenarkan, seperti ungkapan motivasi “ Hanya dengan memberi, kamu akan mendapat yang lebih dari yang kamu punya”.
    Semakin ilmu tersebut dibagi, maka semakin melekat pula ilmu tersebut ke dalam memori kita, jadi sebagai pemimpin tidak perlu khawatir untuk terus berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalamannya kepada staf yang dipimpinnya.
    Tak jarang seorang staf tidak mendapatkan pengetahuan apa-apa selain yang dia kerjakan sehingga dia tidak dapat berkembang (stagnan di posisinya). Oleh karena itu, Keberhasilan seorang staf dalam menjalankan pekerjaannya berasal dari bagaimana dia didik dan diajari oleh pemimpinnya, lalu diberikan kepercayaan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
    Jadi, pemimpin berada di belakang untuk memberikan dorongan motivasi dengan memberikan kepercayaan dan memberikan semangat atas hasil kerja yang telah diraihnya, serta mendidik untuk proses pengembangan kualitas pekerjaan dan karier.

Kesimpulannya adalah sebagai seorang pemimpin selain menguasai secara teknis dan analitis di bidang pekerjaannya, juga mempunyai tanggung jawab moral untuk membentuk karakter staf yang dipimpinnya sehingga menghasilkan staf yang memiliki work skill dan soft skill serta attitude yang baik.

Dan lagi-lagi, dampak positif dari pemimpin yang berhasil memiliki ketiga karakter di atas adalah pelayanan yang diberikan untuk tamu pun akan semakin excellent, sehingga makin banyak terbentuk sosok hotelier yang jempolan.

Baca juga: Lifestyle Hotelier Jempolan

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama

Recommended Posts

AJAR in The News