Kenapa Karyawan Hotel Marah? Ini Nih 11 Alasannya

Kenapa Karyawan Hotel Marah? Ini Nih 11 Alasannya

Editor AJAR.id

Kenapa Karyawan Hotel Marah? Ini Nih 11 Alasannya

AJAR.id – Hello Ajarian! Sebagai karyawan tentunya kita memiliki "harapan" kepada hotel tempat kita bekerja. Namun, apa jadinya bila harapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan?

Nah, di artikel ini kita akan ulas 11 alasan dasar kenapa karyawan bisa membenci suasana kerja.

  1. Jadwal kerjanya libur, tapi disuruh masuk mendadak
    Udah seneng banget besok libur, udah ada rencana pribadi, eeee....... kok ditelepon si bos disuruh masuk.
  2. Susah ambil cuti
    Cuti nggak di-approve sama Bos, alasannya selalu nggak ada orang. Hotel ramai, jadi harus jaga “warung” lagi.
  3. Salah terus, yang bener cuma si Bos saja
    Selalu yang dicari dan yang dibahas yang "salahnya" saja. Waktu dapat komen bagus dari tamu ya cuek-cuek aja tuh. Waktu kerja jungkir balik, hasilnya semua tamu puas, ya si bos juga cuek bebek aja tuh.
  4. Minta masukan, tapi ndak digubris
    Minta masukan cuma buat basa-basi doang, giliran ditagih kapan mau dijalankan masukannya jawabannya "on progress" atau "dipertimbangkan" atau nggak ada budget, dan sejuta alasan lainnya. Nggak jelas deh kelanjutannya apa keputusannya.
  5. Alat kerja ndak ada
    Kerjanya masih manual, alat kerja rusak, kanibal kanan dan kiri. Dimintanya kerjanya harus super cepat, bagus, dan kasih targetnya tinggi banget. Tapi, "NOequipment at all.
  6. Makanan di kantin Ludes
    Tamu berjubel, hotel sibuk, sampai telat makan, eee.. makanan di kantin udah keburu habis. Harus rogoh kocek makan di warteg deh..
  7. Jarang ada training
    Udah kayak robot, kerja terus tapi nggak pernah diajarin sama si Bos nggak pernah ada training juga dari HRD, giliran ada training kayak diceramahin dan boring. Pengen tahu ini dan itu, semua lewat mbah Google. Giliran kerjanya salah, bukannya diajarin malah diomelin, dikasih warning lagi, hahaha.
  8. Posisi mentok-tok
    Udah tahunan kerja, nggak pernah dinaikin posisi. eeee... Tahu-tahu malah recruit orang dari luar. Kenapa nggak dari dalam saja yang bagus-bagus disiapkan jauh hari. Temen-temen juga pengen mengubah hidup dan berkarier juga kan..
  9. Lagi asyik istirahat ditelepon
    Baru aja 45 menit, belum juga habis kopi udah ditelepon aja disuruh jaga “warung”. Kaki baru aja dilempengin, kopi juga belum habis diseruput.
  10. Antri sakit
    Ya mungkin karena hotel sibuk banget dan karyawannya minim jadi temen-temen pada antri sakit. Hari senin si A sakit, Rabu giliran si C, jumatnya si B. Nah, si D sama DW yang jadi tumbal terus deh.. ndak libur-libur. Jatah Extra Off? Jangan harap bisa keluar. hehehe.
  11. Si Bos ngumpet di kantornya
    Ndak peduli karyawan lagi jungkir balik, bukannya bantuin malah main Facebook di kantor atau ngegosip ndak jelas. Giliran ada masalah, karyawan lagi yang kena semprot.
  12. Kreativitas tidak berlaku
    Semua sudah ada standar, nggak bisa mengubah ini dan itu. Gatel aja lihat hal-hal yang sebenernya simpel banget, tapi dibikin rumit.

Kesimpulan:

Ke-11 poin di atas adalah potret atas situasi yang dibenci oleh karyawan. Bagaimana pun juga kita berada pada industri pelayanan di mana orang pertama (karyawan) memberikan proses pelayanan kepada orang kedua (tamu). Kunci dalam bisnis ini ada pada karyawanmu.

Mengelola karyawan memang tidak mudah karena mereka memiliki latar belakang dan keinginan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebuah hotel yang kuat selalu ditunjang dengan budaya kerja yang kuat pula. Sehingga, hotel dapat memerdekakan karyawan seutuhnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas bisnis.

Setiap hotel memang memiliki budaya yang berbeda, namun gambaran di atas merupakan hal-hal yang mendasar yang diinginkan oleh mereka dan semoga poin di atas tidak terjadi di hotelmu.

Kepemimpinan di tiap-tiap lini menjadi sangat penting untuk menjalankan budaya kerja yang berorientasi kepada SDM.

Selamat menunaikan kewajibanmu dalam mengelola dan memimpin generasi hotelier di Indonesia. Sehingga, kita bisa ikut serta dalam meningkatkan bisnis hotel dan menyongsong kedatangan surplus demografi dalam waktu dekat.

Baca juga: Apa yang Membuat Karyawan Hotel Resign?

Salam Jempol!

Recommended Posts

AJAR in The News