Langkah ke 1 Program Efisiensi Energi di Hotel: Audit Energi Part 1 Pengumpulan Data

Langkah ke 1 Program Efisiensi Energi di Hotel: Audit Energi Part 1 Pengumpulan Data

AJAR Hospitality

Langkah ke 1 Program Efisiensi Energi di Hotel: Audit Energi Part 1 Pengumpulan Data

AJAR.id – Hello Ajarian! Setelah Kamu tahu membaca Pentingnya Efisiensi EnergiEfisiensi Energi yang Harus Diketahui Hotelier Jempolan, dan Cara Merancang Program Efisiensi Energi. Nah, Pada artikel ini akan diulas langkah awal dalam proses efisiensi energi, yakni audit energi di hotel.

Untuk menghasilkan program efisiensi energi yang sukses, audit energi mutlak dilaksanakan. Proses energi audit juga merupakan langkah awal dalam mengidentifikasi potensi-potensi penghematan energi.

Audit ini akan menghasilkan data-data penggunaan energi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam program efisiensi energi. Secara otomatis, hasil audit juga akan memberikan informasi mengenai langkah-langkah yang tepat untuk menjalankan program efisiensi energi. Proses ini juga menjadi dasar dari penentuan target efisiensi yang akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana aksi yang akan berisi berbagai rekomendasi penghematan energi.

Dengan melihat kajian secara historis, dapat ditetapkan dasar untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang tinggi penggunaan energinya serta pengaruhnya terhadap peta penggunaan energi. Informasi ini berguna untuk menentukan prioritas penghematan energi juga untuk memberikan gambaran pola penggunaan energi di hotel. Karena lebih dari 75% pengeluaran energi hotel dalam wujud listrik, maka pendekatan analisa dalam bagian berikut lebih menekankan pada listrik. Berikut ini adalah langkah-langkah kunci dalam melakukan audit energi.

PEGUMPULAN DATA

Langkah awal dalam audit energi adalah mengumpulkan data penggunaan energi beserta biayanya dalam jangka waktu paling sedikit satu tahun terakhir.

Dengan demikian gambaran dari pola penggunaan energi dapat terlihat dengan jelas. Data-data yang harus Kamu kumpulkan adalah sebagai berikut:

1. Data-data pengeluaran energi
Sumber energi bagi hotel dapat bermacam-macam. Paling tidak, data yang harus dikumpulkan mencakup data penggunaan listrik, minyak solar, gas (LPG). Ingat, data yang dikumpulkan harus dalam satuan energi berdasarkan jenisnya, dan bukan dalam Rupiah. Misal, satuan untuk listrik adalah kWh; gas adalah Kg; solar adalah liter. Tabel berikut dapat digunakan sebagai acuan. Jika hotel menggunakan sumber energi lain yang belum termuat, silakan modifikasi tabel berikut. Gunakan rekening energi bulanan sebagai rujukan untuk mengisi tabel berikut.

2. Konsumsi energi per tipe ruangan

Catat data penggunaan energi untuk tiap jenis ruangan, seperti kamar tamu, dapur, lobby, meeting room, dan lain-lain. Penggunaan energi antar ruangan akan bervariasi karena adanya peralatan yang berbeda. Jika hotel memiliki data yang detail mengenai alat-alat yang menggunakan energi pada tiap jenis ruangan tersebut, maka konsumsi energi per m2 di dalam sebuah ruangan dapat teridentifikasi.

Konsumsi energi per m2 pada sebuah ruangan dapat didefinisikan sebagai intensitas energi. Indonesia telah mengeluarkan standar nasional intensitas energi pada hotel. Dengan membandingkan intensitas hotel dengan standar ini, maka kita bisa menentukan tingkat efisiensinya.

Tabel berikut dapat digunakan sebagai acuan dalam mencatat konsumsi energi pada tiap-tiap ruangan yang Kamu miliki. Silakan dimodifikasi sesuai dengan keadaan di hotelmu. Data-data yang dibutuhkan dalam tabel ini dapat diperoleh dengan melihat spesifikasi yang tercantum pada label alat.

3. Data alat dengan konsumsi energi yang tinggi

Hampir seluruh pelayanan yang diberikan oleh hotel mempergunakan peralatan-peralatan yang menggunakan energi secara tinggi, seperti boiler, chiller, lift, pompa air, dan lain-lain. Dengan membuat sebuah database penggunaan energi dan mendata seluruh peralatan, akan didapat gambaran yang jelas dari proporsi energi yang digunakan oleh masing-masing peralatan.

Tabel berikut dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun data konsumsi energi per alat yang spesifik. Silakan dimodifikasi sesuai dengan situasi dan keadaan di hotel Kamu. Data-data yang dibutuhkan dalam tabel ini dapat diperoleh dengan melihat spesifikasi yang tercantum pada label alat. Data ini akan melengkapi data konsumsi energi per tipe ruangan. Pada akhirnya gabungan antar kedua data ini akan digunakan sebagai bahan analisa untuk menghitung neraca energi di hotelmu.

4. Data hunian

Data tingkat hunian pada sebuah hotel harus dikumpulkan untuk mengidentifikasikan tingkat penggunaan energi. Hubungan tingkat penggunaan energi dengan tingkat hunian berbeda antara hotel Melati dengan hotel berbintang.

Untuk hotel Melati, tingkat hunian akan berbanding lurus dengan tingkat penggunaan energi. Dengan membandingkan data tingkat hunian dengan penggunaan dan intensitas energi, kondisi efisiensi energinya sudah dapat ditentukan. Artinya, jika tingkat hunian rendah, maka penggunaan energi otomatis harus rendah. Sehingga jika ternyata tidak demikian maka hotel otomatis boros energi.

Namun tidak demikian dengan hotel bintang. Tingkat hunian yang rendah tidak selalu menghasilkan tingkat penggunaan energi yang rendah pula. Hotel bintang menggunakan lebih banyak peralatan yang konsumsi energinya tinggi, seperti sistem tata udara sentral, generator, dan boiler.

Tabel berikut dapat digunakan sebagai acuan dalam mengumpulkan data.

Sahabat Ajarian, itulah audit energi yang umum diperlukan dalam program efisiensi energi di hotel. Nah setelah Kamu tahu audit energi, selanjutnya pelajari juga Cara Mengaudit Energi di Hotel Part 2 Observasi.

Salam Jempol!

Sumber: Elyza, R., Hulaiyah, Y., Salim, N., & Iswarayoga, N. (2005). Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel. Jakarta: Pelangi.

Recommended Posts

AJAR in The News