Membesarkan Bisnis dengan Corporate Culture

Membesarkan Bisnis dengan Corporate Culture

Editor AJAR.id

Membesarkan Bisnis dengan Corporate Culture

AJAR.id – Hello Ajarian! sebuah perusahaan yang besar selalu dimulai dari "kecil", lalu kemudian "berjalan" menjadi "besar" dan "berlari" untuk menjadi lebih "matang" dalam melakukan "akselerasi bisnisnya".

Membuat bisnis menjadi besar dan kokoh sama seperti membuat sebuah bangunan rumah yang kuat, tahan lama, dan kokoh, ketika menghadapi berbagai macam rintangan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka peran arsitek sangatlah vital dalam menata arsitektur fondasi, pilar, tembok, atap, dan perlengkapan untuk mendukung bangunan rumah tersebut menjadi lebih indah, kuat, dan mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi para penghuninya.

Rancangan arsitektur tersebut sama halnya seperti merancang sebuah bisnis. Bisnis yang kuat dan tahan lama bersumber dari fondasi dan struktur yang kuat, memiliki alat-alat manajemen yang selaras dengan tujuan yang hendak dicapai dan memiliki tim yang solid, mengerti tujuan perusahaan, dan bersama-sama dalam menyongsong kesuksesan bisnis.

Kekuatan fondasi perusahaan tersebut disebut sebagai corporate culture (budaya kerja) yang merupakan representasi perilaku nyata atas nilai-nilai perusahaan yang dituangkan kedalam berbagai macam alat-alat management, baik dari sudut pandang pelanggan, karyawan, business process, dan product.

Pembuatan corporate culture ini akan menghasilkan empat hal, yaitu: Quality People, Quality Process, Quality Product dan pada akhirnya akan berimbas kepada Quality Business/Finance, di mana level keberhasilan organisasi diukur dari keempat dimensi tersebut di atas baik secara qualitative maupun quantitative yang dilakukan dengan berbagai macam metode evaluasi.

Perusahaan yang peduli dengan budaya kerja termasuk ke dalam golongan perusahaan yang sangat serius dalam merawat dan membesarkan bisnisnya. Karena, untuk memulai menyusun fondasi dan struktur organisasi bisnis tersebut diperlukan komitmen tinggi dari semua stakeholder.

Komitmen tersebut sangat mahal karena menyangkut beberapa aspek seperti pengorbanan waktu untuk melakukan assessment terhadap strategi saat ini dan strategi yang hendak diraih di masa yang akan datang, menyusun road map, menyusun jadwal-jadwal pertemuan untuk proses inovasi, koordinasi dan evaluasi progres dari semua aspek sub-project yang akan dibangun. Komitmen waktu ini sangat penting karena semua project team yang terlibat juga masih melakukan pekerjaannya saat ini dan mereka merupakan pucuk pimpinan dan key executive team yang memiliki tingkat kesibukan yang sangat tinggi.

Komitmen kedua adalah finansial. Hal ini vital dan harus teliti dalam proses pembuatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam Strategic Road Map yang akan dibuat. Komitmen finansial ini berkaitan erat dalam proses assessment yang melibatkan konsultan, rancang bangun alat-alat manajemen untuk kemudahan proses tata kelola perusahaan yang efektif dan efisien baik berbasis manual maupun digital yang melibatkan konsultan bidang bisnis proses, konsultan IT dan keseluruhan project team dari semua unit bisnis.

Komitmen waktu dan finansial ini juga diperlukan dalam tahapan implementasi yang meliputi pelatihan-pelatihan atas alat manajemen yang sudah dibuat. Terakhir, komitmen waktu dan finansial diperlukan dalam proses evaluasi yang dilakukan secara konsisten yang bertujuan untuk menjaga konsistensi dari aplikasi budaya kerja yang telah dibuat.

Bila kedua komitmen tersebut masih belum dapat dipenuhi, sebaiknya buatlah skala prioritas dan tentukan pagu anggaran yang akan diinvestasikan, baik untuk jasa konsultan bidang business process maupun untuk pengembangan infrastruktur sistem IT yang selaras dengan business process yang telah dirancang sebelumnya.

Peran dari semua level pemimpin sangat penting dalam proses transformasi untuk menyatukan semua tim di semua level ke arah dan tujuan yang sama secara berkesinambungan. Sehingga, konsistensi atas budaya kerja dapat dijaga setiap saat yang dapat membawa dampak positif bagi organisasi yang dipimpinnya baik pada saat proyek transformasi dilakukan dan setelah proyek ini berhasil dijalankan.

Baca juga: Ini Nih Salah Satu Kunci Dasar Memenangkan Pasar Bisnis Perhotelan

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News