Menaati Peraturan yang Berkaitan dengan Keamanan Makanan

Menaati Peraturan yang Berkaitan dengan Keamanan Makanan

Editor AJAR.id

Menaati Peraturan yang Berkaitan dengan Keamanan Makanan

AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti pada pemahaman yang sudah kita bahas sebelumnya, sekadar memahami teknik atau prosedur dalam bekerja merupakan hal yang penting. Akan tetapi, hanya dengan memahami saja itu tidaklah cukup. Kamu harus dapat menerapkan pemahamanmu kedalam praktik kerja sehari-hari.

Kali ini AJAR.id akan membahas mengenai praktik dasar atau implementasi teknik ketika melaksanakan tugas yang berkaitan dengan keamanan dan penyajian makanan.

Dalam hal ini, kedua belah pihak (pihak industri dan karyawan) wajib untuk:

  1. Tidak menurunkan kandungan yang terdapat dalam setiap minuman.
  2. Tidak mengganti merk produk minuman dengan merk lain yang akan merubah kualitas rasa dari minuman tersebut.
  3. Menerapkan metode penanganan makanan yang aman dan higienis, seperti:
  • Menggunakan piring, gelas, dan peralatan yang bersih: ‘bersih’ dalam konteks ini adalah terbebas dari noda yang tampak serta bau tidak sedap
  • Menjaga suhu makanan panas yang berisiko agar tetap atau di atas 60°C
  • Menjaga suhu makanan dingin yang berisiko agar tetap atau di bawah 5°C
  • Menghindari kontaminasi (baik secara langsung maupun tidak langsung)
  • Menjaga suhu makanan yang berisiko di luar Temperature Danger Zone (antara 5°C - 60°C)
  • Memastikan makanan selalu tertutup atau terlindungi
  • Menjaga kebersihan ruangan agar terhindar dari keberadaan tikus dan serangga
  • (makanan yang berisiko tinggi merupakan makanan yang kaya akan protein, seperti makanan yang terbuat dari daging, ikan, susu, serta telur)
  1. Menerapkan sikap kebersihan pribadi:
  • Tidak menyentuh makanan ketika sedang sakit
  • Mengenakan seragam yang layak
  • Selalu mengikat rambut atau mengenakan topi pada saat menangani makanan
  • Tidak batuk atau bersin di atas makanan
  • Mencuci tangan pada saat-saat tertentu seperti saat setelah menggunakan toilet, membereskan sapu tangan atau kertas tisu, membersihkan sampah, mengolah makanan mentah atau matang yang siap dihidangkan
  • Tidak mengenakan pulas kuku
  1. Menggunakan sistem sirkulasi FIFO (First In – First Out)

Demikian metode yang dapat Kamu terapkan ketika sedang bertugas dalam menyiapkan makanan. Informasi di atas hanya merupakan gambarang umum tentang prosedur atau tindakan yang sesuai dengan ketentuan keamanan makanan.

Untuk lebih jelasnya, Kamu tentu bisa menghubungi pihak tempatmu bekerja mengenai tata cara dan ketentuan yang diberlakukan ketika sedang bertugas mengelola makanan.

Tetap semangat dan tetap belajar!

Baca juga: Tips untuk Mengurangi Resiko Kontaminasi pada Hot Food

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News