Menerapkan  Hybrid Learning Modes untuk Dunia Perhotelan dan Pariwisata

Menerapkan  Hybrid Learning Modes untuk Dunia Perhotelan dan Pariwisata

Ikin

Menerapkan  Hybrid Learning Modes untuk Dunia Perhotelan dan Pariwisata

AJAR.id - Halo Sahabat AJARIAN! Setelah kita belajar pentingnya Competency Based Training dan Implementasi Learning Pills sebagai Strategi Training, kali ini AJAR.id akan sharing tentang bagaimana menerapkan konsep Hybrid Learning Mode untuk industri perhotelan dan pariwisata.

Sebelum kita mulai, pernahkah Kamu naik pesawat? Berapakah jumlah mesin jet yang ada dalam pesawat tersebut?

Umumnya, pesawat memiliki 2 engine yang berfungsi vital untuk menerbangkan pesawat dengan daya dorong yang tinggi. Nah, ilustrasi tentang mesin turbo pada pesawat tersebut sama persis dengan konsep “Hybrid Learning” di mana proses belajar mengajar menggunakan “mesin” untuk mengatur mode pembelajaran yang akan dipilih.

Mode belajar pada model hybrid berbeda dengan konsep blended learning yang hanya terdiri dari dua mode saja (online dan offline), dimana konsep hybrid ini definisi "online" dan "offline" diterjamahkan ke dalam beberapa mode belajar sesuai kebutuhan yang sesuai dengan industri perhotelan dan pariwisata. Jika merujuk pada standard kompetensi ASEAN, maka proses belajar mengajar harus berbasis pada proses transfer kompetensi (Competency Based Training).

Exhibit 1 AJAR Cloud LMS Hybrid Model Mesin yang pertama digunakan untuk mengatur pembelajaran secara mandiri atau self paced learning, di mana materi belajar dapat dipelajari oleh peserta kapan pun dan di manapun tanpa terbatas tempat dan waktu.

Konten belajarnya juga bervariasi, misalnya video dari subject mater expert, video animasi, slide presentasi atau materi web interactive. Semua konten tersebut digunakan untuk proses transfer “knowledge” atau melatih analytical thingking. Setelah peserta belajar, mereka pun dapat diberikan quiz untuk memastikan bahwa mereka telah memahami materi yang disajikan.

Keuntungan menggunakan “self paced mode” ini bagi trainer adalah dapat menghemat waktu dan menghemat uang sewa ruangan serta biaya perjalanan. Selain itu, kualitas konten belajar dapat disampaikan secara konsisten dan tidak tergantung pada level keterampilan trainer.

Mesin yang kedua adalah “Activity Based Training” seperti On The Job Training atau Skill training, Class Room, Cross Training, Cross Exposure, Group Discusion, dan juga Virtual Class Room untuk pembelajaran jarak jauh. Sasaran dari penggunaan mode ini adalah untuk proses transfer Hard and soft Skill, dan juga transfer Attitude, di mana proses belajar mengharuskan peserta untuk melakukan sebuah aktivitas tertentu.

Exhibit 2 Varieties of Hybrid Learning Modes by AJAR

Nah, dengan menggabungkan antara Self Paced dan Activity Based Training, proses transfer kompetensi yang meliputi Attitude, Knowledge, dan Skill dapat berjalan secara dua arah, di mana peserta dapat berinteraksi dengan mesin dan trainer sehingga output dari pelatihan dapat berkualitas jempolan dengan memperoleh berbagai keuntungan baik dari aspek keuangan maupun waktu.

Hybrid Development Program by AJAR

Hybrid Learning Model ini sangat cocok untuk industri perhotelan dan pariwisata di mana para karyawannya sangat sibuk melayani tamu, sehingga dengan kombinasi mode belajar Hybrid Learning maka proses belajar dapat menjadi lebih efektif dan efisien seperti layaknya mesin turbo pesawat yang dapat mengantarkan penumpangnya dengan cepat, nyaman dan tepat.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News