Mengenal Leadership Babon di Industri Pariwisata dan Perhotelan

Mengenal Leadership Babon di Industri Pariwisata dan Perhotelan

Editor AJAR.id

Mengenal Leadership Babon di Industri Pariwisata dan Perhotelan

AJAR.id – Hello Ajarian! Pernahkah Kamu melihat induk ayam yang akan menetaskan telornya atau pernahkah Kamu melihat ketika anak ayam yang sudah menetas? Jika Kamu senggol anak ayam tersebut, apa yang akan dilakukan oleh induknya? Yups, itulah makna dari "Leadership Babon" yang bisa saja terjadi di industri pariwisata dan perhotelan.

*Maaf, nama Leadership Babon ini enggak ada di buku, jadi enggak ada hak paten dan Kamu bisa pakai juga hahahhahaha.

Ya udah, kita bahas ya.. 

Apa Sih Leadership Babon Itu? 

Leadership Babon merupakan suatu gaya kepemimpinan yang sangat protektif terhadap anak buahnya karena sangat menyayanginya selayaknya menyayangi keluarganya sendiri. Semboyannya adalah kekeluargaan tingkat tinggi dengan tag line:

"Anak di departemenku adalah anakku, langkahi dulu diriku sebelum kau minta sesuatu ke anakku atau jangan kau senggol anakku"

Dalam proses penerapannya, terdapat dua dampak, positif dan negatif. Hal ini tergantung bagaimana kita memaknainya.

Dampak positif

Sisi positif dari gaya kepemimpinan ini adalah pimpinan sangat dipercaya oleh bawahannya karena mereka merasa aman dan nyaman berada dalam dekapan hangat ibu atau bapaknya, kata lainnya seperti jadi penumpang yang tidak perlu mikirin jalan macet, karena sudah ada driver. Sisi positif kedua adalah kerja tim internal mereka akan sangat solid.

Dampak negatif

Pertama, si Anak tidak berkembang karena terlalu di proteksi oleh atasannya. Setiap langkah yang akan diambil berada pada cengkeraman ibu/bapaknya. Mentalnya bertendensi menjadi mental penumpang, bukan mental driver.

Kedua, sinergi dengan departemen lain menjadi lebih kurang dinamis, karena keterbatasan otoritas yang dimilikinya. Setiap geraknya harus melalui sang Babon.

Ketiga, mereka berpotensi untuk berprestasi ketika bekerja denganmu, namun memiliki potensi untuk bubar jalan ketika Kamu pun pergi meninggalkan mereka, seperti Ayam Babon yang meninggalkan anak-anaknya. Maka, tercerai berailah anak-anak si Babon itu.

Lalu, Bagaimana Caranya agar Leadership Babon tersebut Menjadi Lebih Efektif? 

Jawabannya sederhana, sebagai leader yang jempolan, Kamu dapat melakukan hal-hal berikut: 

  • Pertama, berikan otoritas dan biarkanlah mereka mengambil keputusan secara mandiri. Mereka kan sudah 18+, berarti kan sudah dewasa. Jadi, Kamu biarkan mereka bertindak. Ketika mereka mengambil tindakan yang salah, Kamu harus betulkan, lalu berikan kepercayaan. Sehingga, proses pelayanan menjadi lebih cepat dan sinergi dengan departemen lain menjadi lebih harmonis.
  • Kedua, terima kesalahan mereka sebagai kesalahanmu dan departemenmu, kemudian Kamu harus perbaiki untuk mencapai konsistensi kualitas pekerjaan yang jempolan. Kamu jangan takut dianggap jelek oleh departemen lain bila kenyataannya demikian. Namun, hal ini juga perlu Kamu ingat bahwa dengan memproteksi bawahanmu, situasi akan menjadi lebih baik, karena proses kerja akan terhambat dan hasil akhirnya pun terlambat juga.

Jadi, jadilah Babon atau Jago yang peka terhadap lingkungan sekitar, menumbuhkan team work lintas departemen, dan melihat setiap proses yang dikerjakan dengan mendidik! Niscaya Kamu akan melihat mereka bermental driver dengan hasil akhir yang gemilang.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News