Mewujudkan Keselamatan Area Kerja melalui Isolasi, Substitusi, dan Pengendalian Teknis

Mewujudkan Keselamatan Area Kerja melalui Isolasi, Substitusi, dan Pengendalian Teknis

Editor AJAR.id

Mewujudkan Keselamatan Area Kerja melalui Isolasi, Substitusi, dan Pengendalian Teknis

AJAR.id – Halo, Ajarian! Artikel ini merupakan lanjutan dari Jenis-Jenis Pengendalian Risiko Beserta Tingkatannya dalam K3. Dalam artikel ini Kamu akan mempelajari jenis-jenis pengendalian risiko yang tergolong ke dalam Tingkat 2: Isolasi, Substitusi, dan Pengendalian Teknis.

Tindakan yang lebih mengorientasikan pada keselamatan yang ditimbulkan oleh area kerja (safe place) ini merupakan tindakan lanjutan bilamana proses eliminasi tidak dapat dilakukan.

Substitusi

Substitusi dalam hal ini merupakan kegiatan mengganti proses kerja yang memiliki risiko bahaya tinggi dengan yang berisiko lebih rendah. Misalnya seperti:

  1. Mengganti deterjen dengan pembersih berbahan degrease (peluruh lemak).
  2. Menggunakan deterjen netral daripada yang mengandung soda.
  3. Menggunakan bahan kimia yang berbentuk padat (tablet atau kapsul) daripada serbuk atau cairan demi menghindari iritasi atau terhisap.
  4. Menggunakan sikat akan jauh lebih aman daripada menggunakan penyemprot.
  5. Memesan bahan baku dalam satuan yang lebih kecil (ringan) untuk menghindari cedera pada saat pengangkutan oleh karyawan.
  6. Menggunakan mesin elektrik daripada yang berbahan bakar minyak.
  7. Menggunakan vacuum cleaner daripada sapu.

Isolasi

Isolasi merupakan tindakan memisahkan kegiatan-kegiatan berisiko tinggi dari kalangan publik melalui jarak ruang atau pembatas jalan sehingga tidak diakses oleh khalayak umum.

Hal ini bertujuan untuk:

  1. Menempatkan seluruh peralatan yang berbahaya atau bising ke dalam area yang tidak akan memberikan dampak kepada orang lain selain petugas.
  2. Menghentikan akses pengunjung ke area yang sedang diisolasi demi mencegah risiko.
  3. Memindahkan kemungkinan terjadinya bahaya ke tempat yang jauh dari jangkauan masa.

Pengendalian Teknis

Di sisi lain, pengendalian teknis meliputi sistem dan proses yang bertujuan untuk:

  • Meminimalisir kemunculan risiko
  • Memperkecil atau membatasi risiko yang terjadi.

Contoh-contoh pengendalian teknis dapat berupa:

  1. Penggunaan kotak ventilasi pada saat dilakukan pengecatan;
  2. Penggunaan pelindung mesin demi menghindari baju, perhiasan, atau anggota tubuh tersangkut di dalamnya;
  3. Pengendali operasi mesin seperti tombol darurat untuk menghentikan mesin, pemutus arus listrik otomatis, atau pengendalian kerja jarak jauh;
  4. Pemasangan ventilasi pembuangan asap dan debu;
  5. Menerapkan teknik ‘pembasahan’ demi menanggulangi debu;
  6. Mengubah prosedur kerja demi menghindari cedera fisik pada karyawan.

Ketiga hal di atas masih diorientasikan ke dalam kepentingan keselamatan yang dihasilkan oleh area kerja (safe place). Untuk lebih memahami jenis penanggulangan risiko pada tingkat ketiga, Kamu baca juga Mewujudkan Keselamatan Pekerja melalui Kontrol Administrasi serta Penggunaan Alat dan Pakaian Keselamatan.

Selamat belajar dan tetap semangat.

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News