Mengenal ‘Training Gap’ dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pelatihan K3

Mengenal ‘Training Gap’ dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pelatihan K3

Editor AJAR.id

Mengenal ‘Training Gap’ dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pelatihan K3

AJAR.id – Hello Ajarian! Jika dalam artikel-artikel sebelumnya telah disebutkan pentingnya pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada setiap karyawan, maka dalam artikel ini Kamu akan semakin mempelajari tentang pelatihan K3 tersebut secara terperinci.

Yang dimaksud dengan Training Gap (kesenjangan kemampuan) dalam K3 sebenarnya lebih merujuk pada kesenjangan antara kompetensi K3 yang harus dimiliki oleh karyawan dengan kompetensi K3 yang telah dimiliki demi mewujudkan aktivitas kerja yang aman.

Pada dasarnya jenis pelatihan K3 yang saat ini sering digunakan berupa Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pelatihan yang diberikan kepada karyawan terdiri dari tiga elemen penting, seperti:

  • Pengetahuan
  • Keterampilan dan
  • Sikap profesional yang dibutuhkan oleh karyawan.

Di sisi lain, Training Gap yang sering terjadi di dalam satu industri dapat diidentifikasi dengan cara:

  1. Melakukan Analisa Kebutuhan Pelatihan K3 (AKP K3) – melalui cara yang resmi dan terstruktur untuk mengidentifikasi Training Gap yang dialami oleh setiap pekerja di semua area kerja.
  2. Mengobservasi kinerja para pekerja untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki terkait pelaksanaan pekerjaan mereka.
  3. Melakukan komunikasi langsung dengan para pekerja mengenai apa saja yang masih perlu mereka pelajari mengenai pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja;
  4. Menganalisa catatan kerja karyawan, seperti misalnya berkas lamaran pekerjaan mereka untuk mengukur tingkat keterampilan atau kemampuan yang telah mereka miliki dan apa saja yang masih membutuhkan pelatihan lanjut.
  5. Melakukan kerja sama dengan konsultan spesialis keselamatan dan kesehatan kerja eksternal untuk menilai tingkat kemampuan dan pengetahuan setiap karyawan, serta mengidentifikasi bagian-bagian yang masih memerlukan pelatihan tambahan.

Hal penting yang harus diingat adalah setelah Kamu mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pelatihan setiap karyawan terkait keselamatan dan kesehatan kerja, Kamu harus segera mengambil keputusan untuk merencanakan dan melaksanakan pelatihan tersebut.

Dalam artikel selanjutnya, Kamu akan mempelajari tentang Pembekalan Materi untuk Karyawan Baru dalam Pelatihan K3

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News