Pemicu Timbulnya Konflik dan Kesalahpahaman

Pemicu Timbulnya Konflik dan Kesalahpahaman

Editor AJAR.id

Pemicu Timbulnya Konflik dan Kesalahpahaman

AJAR.id – Hello Ajarian! Setiap lingkungan kerja tentu tidak terlepas dari situasi konflik dan kesalahpahaman. Tiap individu memiliki pemikiran yang berbeda-beda, maka sangat wajar bila ada konflik yang timbul.

Memangnya, apa sih yang dimaksud dengan situasi konflik dan kesalahpahaman?

Segala hal yang mengecewakan seseorang, baik customer atau rekan kerja, bisa dianggap sebagai sebuah konflik atau kesalahpahaman. Perasaan kecewa ini terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari rasa kecewa ringan hingga kekecewaan besar yang menimbulkan amarah. Setiap konflik maupun kesalahpahaman yang terjadi harus segera ditangani secara objektif, hal ini berlaku kepada customer maupun rekan kerja.

Menyelesaikan konflik dan kesalahpahaman sesegera mungkin bertujuan untuk:

  • Menjaga agar situasi tidak semakin memanas
  • Mengklarifikasi persepsi-persepsi yang muncul akibat kesalahpahaman
  • Memperbaiki situasi semaksimal mungkin agar kembali normal dan kondusif.

Apa saja yang bisa memicu konflik dan kesalahpahaman?

Ada beberapa hal yang umum menjadi pemicu konflik dan kesalahpahaman. Sejumlah pemicu tersebut yaitu:

  • Komunikasi yang buruk
  • Tidak ada rasa toleransi
  • Sikap yang tidak sabaran
  • Menghakimi tanpa melihat seluruh sisi
  • Nilai, keyakinan, dan opini pribadi yang bertentangan
  • Prasangka pribadi.

Berikut beberapa contoh situasi di mana konflik dan kesalahpahaman mungkin terjadi:

  1. Menyambut tamu – kesalahpahaman bisa timbul saat Kamu menyapa tamu asing dengan gestur atau kata-kata yang keliru. Misalnya, tamu dari negara Jerman bisa merasa tidak suka saat disapa dengan nama depan mereka, bukan dengan nama belakang.
  2. Memberikan arah atau instruksi – yaitu saat Kamu memberi instruksi yang disalahartikan oleh tamu karena penggunaan bahasa/gestur yang sulit dimengerti.
  3. Menjelaskan produk, servis, dan fasilitas hotel – terutama di mana deskripsi agak berlebihan dan membawa tamu ke ekspektasi yang salah.
  4. Dalam lingkungan kerja – tekanan dalam pekerjaan kadang menimbulkan komentar atau tatapan yang mudah disalahartikan.

Itulah beberapa contoh pemicu timbulnya konflik dan kesalahpahaman di lingkungan hotel. Ingatlah bahwa dalam setiap komunikasi, pesan harus tersampaikan secara dua arah. Jika pesan tidak diartikan seperti yang dimaksudkan pengirim, maka masalah dapat dengan mudah muncul akibat dari kesalahpahaman yang terjadi.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Konflik di Hotel

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News