Perbedaan antara Risalah K3 dan Laporan Investigasi Risiko

Perbedaan antara Risalah K3 dan Laporan Investigasi Risiko

Editor AJAR.id

Perbedaan antara Risalah K3 dan Laporan Investigasi Risiko

AJAR.id – Halo Ajarian! Selain dalam bentuk checklist, dokumentasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat berupa risalah hasil rapat komite K3 dan laporan investigasi risiko yang dilakukan. Akan tetapi, apa perbedaan dari keduanya?

Secara umum, keduanya sama-sama merupakan bentuk dokumen yang berisi catatan-catatan atau laporan peristiwa terkait K3 di area kerja.

Risalah K3 merupakan dokumen yang dimiliki oleh komite K3 dan yang digunakan dalam rapat-rapat internal, sedangkan laporan investigasi risiko adalah bentuk laporan dari pengamatan yang dilakukan di salah satu area kerja.

Dari segi fungsi, informasi yang terdapat di dalam risalah komite keselamatan dan kesehatan akan berguna untuk:

  • Memetakan dan mempelajari pola permasalahan yang muncul dalam ruang internal komite;
  • Memantau segala kegiatan yang disetujui oleh komite K3;
  • Menyingkap berbagai permasalahan yang berpotensi menimbulkan bahaya terhadap pekerja dan area kerja;
  • Memantau pelaksanaan pengendalian risiko;
  • Menentukan apakah perlu diadakan suatu pelatihan;
  • Mengidentifikasi persoalan yang berkaitan dengan kebijakan dan prosedur;
  • Mengestimasi pembiayaan yang ditimbulkan dari suatu kejadian.

Sementara itu, informasi di dalam laporan investigasi risiko lebih memberikan pendekatan kepada area kerja, posisi karyawan, cedera, jenis-jenis kecelakaan dan waktu kejadian. Informasi-informasi tersebut dapat berguna untuk:

  • Mengidentifikasi kemungkinan bahaya, menilai risiko, dan menentukan tindakan pengendalian risiko yang memungkinkan;
  • Memeriksa situasi dan pelaksanaan pekerjaan di area kerja;
  • Mengidentifikasi kebutuhan akan pelatihan;
  • Mengubah atau mengganti prosedur yang berlaku.

Salah satu cara yang paling efektif untuk menentukan apakah masih dibutuhkan perubahan, investigasi lanjutan, atau penyesuaian di dalam suatu sistem atau strategi yang digunakan adalah dengan melalui prosedur perbandingan.

Prosedur perbandingan merupakan proses yang dilakukan dalam rangka membandingkan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang diambil di waktu lalu dengan yang diterapkan saat ini.

Kejadian yang terjadi di suatu area kerja yang menyebabkan cedera atau penyakit tertentu dapat menunjukkan tingkat efektivitas pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di suatu industri secara keseluruhan.

Baca juga: Menggunakan Checklist dalam Melakukan Pencatatan K3

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News