Pilih Gaji atau Karier? Ini Nih yang Menguntungkan

Pilih Gaji atau Karier? Ini Nih yang Menguntungkan

Editor AJAR.id

Pilih Gaji atau Karier? Ini Nih yang Menguntungkan

AJAR.id – Hello Ajarian! Banyak di antara para pelamar kerja atau karyawan yang saya jumpai meminta gaji besar. Namun, dari hasil wawancara yang saya lakukan sebetulnya mereka masih belum memiliki kompetensi yang diinginkan perusahaan dan belum layak untuk mendapatkan gaji seperti yang mereka harapkan. Mereka terjebak hanya karena faktor “Gaji” sehingga perusahaan enggan untuk menerimanya. Seharusnya, mereka dapat berfokus untuk “belajar” dan “meniti karier”.

Lalu, apa hubungannya antara karier dan gaji?

Bila dilihat dari sudut pandang pengusaha, mereka akan memberikan gaji sesuai dengan kompetensi, kinerja, dan aturan pemerintah yang berlaku. Bila Kamu baru saja lulus, lantas meminta gaji yang tidak sesuai dengan ketiga hal tersebut, tentunya akan sulit bagi perusahaan untuk menerimamu.

Lantas, bagaimana kuncinya?

Gaji yang Kamu terima akan naik selaras dengan perkembangan kariermu. Fokuskan tujuanmu bekerja adalah untuk belajar, berkarya, dan meraih impian kariermu.

4 langkah berikut adalah kunci untuk meraih karier impianmu:

  1. Tentukan Tujuanmu

Buatlah perencanaan yang matang atas karier impianmu. Lalu buatlah tahapan-tahapan untuk meraihnya secara rinci. Contohnya, Kamu ingin menjadi Direktur Pemasaran dalam 8 tahun ke depan. Lalu, tahapan-tahapannya sesuai dengan jenjang karier di perusahaanmu beserta durasinya. Misalnya, meraih posisi Sales Executive (2 tahun), Sales Manager (3 tahun), Senior Sales Manager (3 tahun), dan naik menjadi Direktur Pemasaran.

  1. Bertahan dan Belajar di Posisimu

Seperti contoh di atas, rentang kenaikan karier di setiap posisi adalah sekitar 2 hingga 3 tahun. Saya dapat memahami bahwa mungkin Kamu berpikir terlalu lama untuk meraih impian tersebut. Namun, jika dilihat dari sisi “career planning”, hal tersebut memiliki makna yang mendalam. Jika dihubungkan dari sudut pandang pengembangan kompetensi, tahun pertama adalah tahun di mana Kamu belajar untuk menduduki posisi baru. Lalu, tahun kedua dan ketiga adalah aplikasi dari penguatan kompetensi pada posisimu.

Jika dilihat dari perspektif perusahaan, di tahun pertama biasanya mereka akan banyak memberikan pelatihan untukmu dan di tahun kedua atau ketiga mereka menginginkan investasi yang sudah dikeluarkan dapat Kamu kembalikan melalui performa kerjamu.

Lalu, bagaimana bila profesimu berhubungan dengan keahlian khusus yang tidak terdapat jenjang karier secara vertikal misalnya profesi dokter, ahli biologi, arsitek, atau para ahli di bidang lainnya?

“Belajar” adalah jawaban yang sangat relevan karena semakin keahlian Kamu meningkat, maka perusahaan juga akan melihat dari skala gaji dan bonus yang diberikan. Orientasikan tujuanmu pada belajar, kinerja, karya, dan hubungan positif dengan semua orang sehingga pertumbuhan karier dan gaji akan mengikutinya.

  1. Menghindari Zona Nyaman

Banyak sekali saya melihat karyawan yang menginginkan bekerja menetap di perusahaan yang sama dan pada posisi yang sama hingga puluhan tahun. Mereka menyebut hal ini dengan kata “loyalitas”. Dari sudut pandang rekrutmen tentu perusahaan diuntungkan karena tidak akan mengeluarkan biaya untuk mencari karyawan baru. Lantas, bagaimana dengan gaji yang Kamu peroleh? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan harapan Kamu?

Jika kita berhitung dengan usia dan status pribadi yang disandang, setiap kebutuhan seseorang selalu meningkat dalam periode tertentu. Misalnya, saat ini Kamu belum menikah, tinggal di kota Jakarta dan digaji sebesar Rp. 3.000.000. Mungkin gaji tersebut cukup untuk menghidupi dirimu sendiri. Lantas, bagaimana bila Kamu sudah menikah dan memiliki anak. Tentunya mereka semua harus diberikan kebutuhan dasar, pendidikan yang layak, dan besaran gaji sesuai harapan.

Kuncinya, jangan terjebak dengan kata “Loyalitas” dan “Zona nyaman”. Kamulah yang berhak untuk mengatur dan merencanakan kehidupanmu. Bila memang Kamu melihat bahwa di perusahaanmu tidak ada kesempatan untuk berkarier dan Kamu sudah memasuki tahun ketiga di posisi saat ini. Cobalah untuk mencari peluang pada sister hotel dalam manajemen grup yang sama dengan posisi di atas dari posisimu saat ini sehingga gajimu pun akan terkerek naik. Catatannya, Kamu harus memiliki kinerja yang baik dan sudah mempelajari seluk beluk pekerjaan pada posisi yang dilamar.

  1. Kembangkan Kariermu secara Vertikal atau Horizontal

Proses pengembangan karier tidak harus selalu ke atas, namun bisa juga secara horizontal. Banyak saya jumpai para karyawan dengan tipe “pembelajar” dan “loyal” terhadap perusahaannya yang sukses meniti kariernya pada perusahaan yang sama dengan cara mengembangkan kariernya secara horizontal, yakni berpindah dari departemen A ke departemen B di level posisi yang sama.

Coba bayangkan bila Kamu menempati posisi yang sama selama bertahun-tahun lamanya tanpa ada tantangan baru? Apa yang Kamu rasakan? Pastinya Kamu hanya akan mengerjakan hal-hal yang bersifat “rutin” dan pada akhirnya Kamu tidak bisa “mempelajari” hal-hal baru. Sisi positif bila Kamu berpindah ke departemen atau unit lain, maka besar kemungkinan Kamu akan berhubungan dengan atasan baru, karyawan baru, dan pekerjaan yang baru sehingga kompetensi dan motivasimu akan bertambah. Bila kinerjamu baik, maka kemungkinan besar Kamu akan dapat dipromosikan ke level posisi yang lebih tinggi dan tentunya gajimu akan mengikutinya.

Kesimpulannya adalah gunakan kesempatan yang Kamu miliki sebaik-baiknya. Fokuskan dan rencanakan tujuanmu untuk meniti karier impianmu. Hindari zona nyaman, gunakan model pengembangan karier secara vertikal dan horizontal. Terus belajar dan tingkatkan level kompetensimu, niscaya gaji yang Kamu terima akan berbanding lurus dengan pertumbuhan kariermu.

Hidupmu tergantung padamu, bukan perusahaan tempatmu bekerja. Pada umumnya, mereka hanya akan memberikan kesempatan kepada karyawan terbaik yang selalu memiliki kinerja dan perilaku positif untuk bersama-sama mengembangkan usaha mereka.

Baca juga: Sifat dan Karakter yang Harus Dimiliki oleh Hotelier

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News