Pilih Booking Engine atau OTA? Ini Nih Kekurangan dan Kelebihannya

Pilih Booking Engine atau OTA? Ini Nih Kekurangan dan Kelebihannya

AJAR Hospitality

Pilih Booking Engine atau OTA? Ini Nih Kekurangan dan Kelebihannya

AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang telah kita ketahui, keberadaan OTA (Online Travel Agent) seperti Traveloka, Booking.com, Agoda.com, dan yang lainnya sangat membantu hotel dalam memasarkan produk dan layannya secara online dan mampu menjangkau ke pasar yang lebih luas tanpa batas. Namun, dibalik memudahkan dalam pemasaran, tahukah Kamu akan beban yang akan Kamu hadapi di kemudian hari?

Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan OTA?

Berikut ini akan diulas mengenai untung rugi bila kita menggunakan OTA dalam memasarkan hotel dibanding dengan menggunakan booking engine sendiri.

  1. Guest/Brand Loyalty
    Online travel agent bertindak mirip seperti GoJek. mereka memberikan order kepada hotel melalui perangkat sistemnya kepada pihak supplier (hotel). Pada saat kita menggunakan Gojek, terlepas kita sangat suka dengan sang driver yang telah mengantarkan kita, kita akan tetap memilih memesan melalui aplikasi dan bukan ke sang driver langsung. Demikian juga ketika tamu sudah terbiasa memesan melalui OTA, maka mereka akan lebih memilih memesan melalui OTA dibandingkan langsung memesan ke hotel. Kenapa? Apa alasan para pelanggan tersebut?

Mereka jual adalah brand dengan kata kunci yang diberikan ke dalam benak pelanggan (murah dan mudah). Para pelanggan lebih memilih brand yang sudah tertanam dalam pikiran mereka murah dan mudah.

Sang supplier hotel pun tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti aturan main yang mereka buat, karena kita memang membutuhkan mereka untuk mendapatkan pelanggan. Harga yang terpasang dalam OTA haruslah lebih murah dibandingkan memesan langsung ke pihak hotel melalui telepon.

Sebagai supplier, wajar saja bila hal ini berlaku, toh mereka memberikan volume penjualan kepada hotel dan menghasilkan pendapatan bagus bagi hotel. Karena faktor harga tadi, para tamu lebih "loyal" kepada OTA dibandingkan harus memesan langsung ke hotel yang harganya jauh lebih mahal.

Pertanyaannya, bagaimana caranya agar para tamu tersebut lebih loyal kepada hotel?

Jawabannya sederhana:buatlah booking engine sendiri dan buat program membership yang terstruktur. Harga kamar untuk para member tentu berbeda dengan harga non member. Dengan demikian, kita bisa banyak menarik member yang kemudian bisa menjadi base market untuk tamu loyal kita. Berikan reward yang sesuai, sehingga para member menjadi lebih loyal terhadap hotel kita.

  1. Komisi Penjualan
    Dengan menggunakan jasa Pihak Ketiga (makelar online), sudah sewajarnya kita memberikan imbalan balik berupa komisi. Besaran komisi bervariasi dari mulai 8% hingga 20% per kamar yang terjual per malam. Angka komisi tersebut terhitung sangat mahal bila dijumlahkan setiap bulan dapat menjadi beban tersendiri bagi hotel.

Berikut ini adalah sebagai ilustrasi besaran komisi yang harus dibayarkan oleh hotel bila 100% menggantungkan pasarnya kepada OTA.

Nama Hotel: NOTOTel Resort 

Jumlah Kamar: 100

Month to Date Occupancy70%

Maka, dalam sebulan NOTOTel Resort akan menjual sebanyak 2.100 room night dengan kisaran harga IDR 400.000 per kamar per malam. Maka total nilai penjualan adalah 2.100 room night X IDR 400.000 atau sama dengan IDR 840.000.000 per bulan. Bila anggaplah komisi yang kita berikan adalah sebesar 15%, maka NOTOTel Resort harus membayar ke OTA sebesar IDR 126.000.000. Sungguh angka yang fantastis, hampir mengalahkan budget Sales& Marketing per bulan.

Lalu bagaimana solusinya? Bagaimana caranya untuk meminimkan besaran jumlah komisi tersebut?

Pertama, fungsikan booking engine dan buatlah program membership untuk mendapatkan base market untuk hotelmu sendiri. Atur yield strategimu, buat rate structure untuk pasar yang berbeda, kembangkan dan penetrasi ke pasar korporasi, government, wholesaler, FIT, dan lain-lain.

Pihak OTA umumnya sudah mematok besaran komisi. Hal ini dikarenakan mereka juga memiliki biaya operasional yang besar, terutama dari sisi digital dan affiliate marketing dan juga beban biaya operasional lainnya. Oleh karena itu, hendaknya kita jangan terlalu menggantungkan pemasaran hotel kita kepada OTA, namun kita fokus mengembangkan pasar yang lainnya.

Jadi, pilih mana? Menggantungkan pasar kita ke OTA? atau memulai membuat based market dari booking engine dan membershipprogram sendiri?

Selamat berjuang untuk menggarap pasarmu

Baca juga: Peta Distribusi Penjualan Hotel Secara Global untuk Meningkatkan Revenue

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News