Prinsip Dasar Pelaksanaan Pengiriman Barang Berharga di Industri Perhotelan

Prinsip Dasar Pelaksanaan Pengiriman Barang Berharga di Industri Perhotelan

Editor AJAR.id

Prinsip Dasar Pelaksanaan Pengiriman Barang Berharga di Industri Perhotelan

AJAR.id – Halo Ajarian! Ketika melaksanakan pengantaran barang berharga, terdapat beberapa aturan baku yang tidak sebaiknya Kamu abaikan. Semua aspek standar ini merupakan implementasi dari seluruh perencanaan yang telah Kamu rancang sebelumnya.

Ketika perencanaan pengantaran barang berharga telah tersusun rapi, hal-hal yang harus Kamu lakukan antara lain:

  • Menginformasikan keseluruhan perencanaan kepada semua staf yang akan terlibat;
  • Mencari dan memperoleh segala sumber daya yang diperlukan;
  • Mengadakan latihan/demonstrasi (gladi) seluruh kegiatan yang akan dilakukan;
  • Menyiapkan tempat, baik dalam hal penutupan akses atau penguncian pintu;
  • Mengikuti alur yang telah disusun dalam lembar perencanaan;
  • Selalu waspada terhadap segala perubahan yang terjadi baik dalam perencanaan atau situasi.

Bilamana terdapat permintaan khusus dari pihak klien mengenai rute pengiriman barang berharga, Kamu sangat disarankan untuk dapat menyesuaikan permintaan tersebut sesegera mungkin. Waspadalah terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama proses pengiriman.

Pastikan bahwa Kamu tidak melewatkan kelengkapan dokumentasi yang wajib dibuat setelah proses pengiriman selesai—atau setelah terjadi tindakan kriminal terhadap barang bawaanmu. Dokumentasi pengiriman barang memiliki detail informasi yang berupa:

  • Daftar rincian barang yang dibawa
  • Waktu dan tanggal pengiriman barang
  • Tanda pengesahan (tanda tangan) yang menyetujui segala batasan layanan oleh pihak industri dalam hal pengantaran barang berharga
  • Menyerahkan resi pengiriman barang kepada klien

Selama melakukan pengantaran barang, ada baiknya bila Kamu menjaga sikap agar tidak mencolok perhatian bahwa Kamu sedang membawa barang berharga. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan ancaman (perampokan) dari oknum-oknum tertentu.

Selalu waspada dan cermat, khususnya dalam hal mengamati keadaan sekitar dan dalam memilih rute pengantaran barang. Amati bila di sekitarmu terdapat gerak-gerik mencurigakan yang berpotensi mengancam, dan sebisa mungkin pilihlah rute terpendek.

Namun di balik semua itu, jauh sebelum Kamu melakukan proses pengiriman barang, pastikan bahwa Kamu menolak untuk mengantarkan barang-barang ilegal dalam bentuk dan tujuan apa pun. Jangan sampai Kamu terlibat dalam tindakan kriminal tanpa sengaja.

Jangan ragu untuk meminta bantuan bilamana penugasan yang diberikan kepadamu ini benar-benar di luar tanggung jawabmu, atau ketika penugasan ini memiliki tingkat risiko (bahaya) yang cukup tinggi dan Kamu belum benar-benar dipersiapkan untuk melakukannya.

Sebisa mungkin hindari untuk terlibat dalam situasi penuh risiko dengan prinsip bahwa mematuhi segala permintaan pengancam karena keselamatan manusia merupakan prioritas utama yang harus dijunjung tinggi melebihi keselamatan barang berharga.

Tetap fokus pada tugas pengantaran yang dilakukan. Hal ini bertujuan agar:

  • Kamu tidak terpancing ke dalam jebakan oknum kriminal atau pengalihan perhatian;
  • Tidak melakukan kontak dengan siapa pun di luar pihak pengiriman barang;
  • Tidak menghentikan langkah meski dengan alasan untuk sekadar beristirahat;
  • Sebisa mungkin tidak pergi ke kamar kecil selama menjalankan tugas pengantaran barang.

Memantau segala pembaruan informasi melalui radio komunikasi (walkie-talkie) atau perangkat elektronik lain yang dikirim oleh pihak pemantau jalannya pengiriman barang berharga. Dan juga, Kamu harus memberikan laporan yang berupa:

  • Waktu pada saat Kamu tiba di lokasi pengambilan barang;
  • Waktu pada saat Kamu akan bergerak (mengantarkan barang);
  • Rute yang Kamu pilih dalam proses pengantaran;
  • Tujuan akhir pengantaran;
  • Prediksi waktu Kamu tiba di lokasi tujuan.

Namun demikian, perlu diingat bahwa Kamu tidak perlu menyebutkan jenis atau nama barang yang sedang Kamu bawa karena memang merupakan salah satu bentuk dari kebijakan privasi.

Baca juga: Bantuan yang Dapat Diperoleh dalam Pengantaran Barang Berharga

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News