Sistem Kerja Shift di Perhotelan

Sistem Kerja Shift di Perhotelan

Editor AJAR.id

Sistem Kerja Shift di Perhotelan

AJAR.id – Hello Ajarian! Sistem kerja shift adalah suatu sistem pengaturan kerja yang memberi peluang untuk memanfaatkan keseluruhan waktu yang tersedia untuk mengoperasikan pekerjaan (Muchinsky, 1997). Salah satu unit bisnis yang menggunakan sistem kerja shift ini adalah perhotelan. Mengapa perhotelan? Karena aktivitas pelayanan yang diberikan untuk tamu adalah 24 jam pelayanan.

Departemen yang menggunakan sistem shift ini adalah departemen yang berkaitan dengan kegiatan operasional hotel seperti Housekeeping, Kitchen, F&B Service, Front Office (termasuk Security), dan Engineering. Dalam 24 jam pelayanan, karyawan di lima departemen tersebut dibagi menjadi tiga waktu shift. Tiga waktu shift tersebut adalah morning shift, middle shift/afternoon shift, dan night shift. Apa saja sih aktivitas ketiga shift tersebut? Jawabannya ada di bawah ini.

Aktivitas ketiga shift operasional hotel :

  • Morning Shift
    Morning shift atau shift pagi dimulai pukul 07:00 – 15:00 untuk departemen selain F&B, dan pukul 04:30- 13:00 untuk departemen F&B, terutama kitchen. Adapun kegiatan operasional karyawan di morning shift ini sebagai berikut:

Kitchen dan F&B Service : Mempersiapkan menu breakfast atau sarapan untuk tamu

Front office : Melayani tamu yang akan melakukan Check in dan Check laut

Housekeeping : Melakukan cleaning room pada kamar yang dalam keadaan kotor (Vacant Dirty) menjadi bersih dan siap untuk dihuni kembali (Vacant Clean)

Engineering : Memeriksa kondisi peralatan kamar agar bisa digunakan oleh tamu seperti AC, Televisi, Saluran Air kamar mandi, sistem perairan pada closset, dan pengecekan bangunan kamar.

  • Middle shift/Afternoon Shift
    Middle shift dimulai pukul 11:00-20:00 dan Afternoon shift dari jam 15:00 – pukul 11:00. Adapun kegiatan operasional karyawan di middle Shift dan afternoon shift ini sebagai berikut :

Kitchen dan F&B Service: Mempersiapkan menu lunch atau makan siang untuk tamu, setelah itu mempersiapkan menu dinner atau makan malam untuk tamu.

Front office : Melayani tamu walk in, tamu check in dan melakukan transaksi lainnya.

Housekeeping : Melakukan cleaning room pada kamar yang dihuni tamu (Occupaid Dirty) menjadi bersih (Occupaid Clean). Membantu memenuhi kebutuhan tamu lainnya.

Engineering : Memeriksa kelayakan selang gas milik kitchen, memeriksa kondisi bangunan, dan memeriksa genset agar tetap berfungsi secara normal. Menyalakan lampu exterior, dan membantu menangani keluhan tamu.

  • Night Shift
    Night shift atau shift malam dimulai pukul 00:00 – pukul 07:00. Adapun kegiatan operasional karyawan di night shift ini sebagai berikut :

Kitchen dan F&B Service: Melakukan Daily Closing (Closing harian ) transaksi keuangan yang terjadi di restaurant, dan melakukan pelayanan kamar (Room Service) untuk tamu yang melakukan order makanan melalui sambungan telepon kamar.

Front office : Melakukan daily closing transaksi keuangan yang terjadi di counter Receptionis, dan melakukan night audit.

Housekeeping : Melakukan cleaning room pada kamar yang dalam keadaan kotor (Vacant Dirty) menjadi bersih dan siap untuk dihuni kembali (Vacant Clean), melakukan perawatan rutin untuk karpet atau lantai public area.

Engineering : Melakukan pengecekan sistem aliran listrik dan peralatan milik unit hotel.

Tentu saja kegiatan tersebut hanyalah sebagian kecil dari aktivitas operasional di departemen masing-masing. Di dalam membuat jadwal shift, sebaiknya memperhatikan:

  1. Volume Bisnis
    Pengaturan jadwal hendaknya melihat tingkatan volume bisnis. Misalnya, ketika volume rendah sebaiknya memberikan extra off (bila ada) atau memberikan peluang bagi karyawan untuk mengambil cuti. Namun, bila volume bisnis tinggi, upayakan jumlah karyawan mencukupi, sehingga kualitas pelayanan akan tetap terjaga.
  2. Jumlah Karyawan
    Penerapan system shift dan jadwal kerja juga dapat memperhatikan jumlah karyawan yang ada. Rasio antara jumlah karyawan terhadap jumlah kamar bervariasi, tergantung level bintang yang disandangnya. Penerapan sistem 6:1 (enam hari kerja dan satu kali libur dalam seminggu) atau sistem 5:2 (lima hari kerja dan dua kali libur dalam seminggu) hendaknya memperhatikan jumlah karyawan dan mengikuti standar jumlah jam kerja yang ada.

Itulah 3 shift yang digunakan untuk mengatur jam kerja karyawan perhotelan agar tetap bisa memberikan pelayanan untuk tamu selama 24 jam. Contoh yang dipaparkan di atas hanya sebatas illustrasi saja, dikarenakan setiap unit hotel berbeda-beda di dalam membuat dan mengatur jadwal shift dan daftar tugas yang ada.

Baca juga: Product Knowledge yang Harus Diketahui di Dunia Perhotelan

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama

Recommended Posts

AJAR in The News