Taukah Kamu Jenis-Jenis Aset di Hotel?

Taukah Kamu Jenis-Jenis Aset di Hotel?

Editor AJAR.id

Taukah Kamu Jenis-Jenis Aset di Hotel?

AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang kita ketahui, aset adalah salah satu harta yang dimiliki oleh unit hotel. Tanpa aset, unit hotel tidak bisa melakukan kegiatan operasional sehari-hari untuk melayani tamu.

Di dalam ilmu akuntansi, aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh unit hotel sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh unit hotel tersebut. Singkat kata, aset merupakan harta yang dimiliki oleh unit hotel.

Lalu apa saja jenis aset-aset di hotel?

Jenis-jenis aset di hotel dibagi menjadi 3 bagian besar berdasarkan wujudnya, yaitu:

Bagian Pertama: Aset Berwujud/Aset Tetap

Aset tetap dalam akuntansi adalah aset berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam proses produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain atau untuk tujuan administratif dan digunakan selama lebih dari satu periode.

Contohnya: gedung , kendaraan, komputer, tanah, barang elektronik dll.

Selain tanah, aset tetap tersebut mengalami penyusutan terhadap "nilai" barang seiring dengan realisasi masa ekonomisnya (umur pemanfaatannya). Istilah mudahnya untuk memahami penyusutan adalah ketika kita membeli mobil seharga 500 juta dan kita pakai selama 5 tahun, ketika mau dijual nilai mobil tersebut berada di bawah harga 500 juta.

Bagian Kedua: Aset Lancar

Aset lancar (current asset) dalam akuntansi adalah jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aset lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, peralatan, beban yang dibayar di muka. Pada suatu neraca, aset biasanya dikelompokkan menjadi "aset lancar" dan "aset tidak lancar".

Untuk Asset lancar dalam bentuk persediaan, di hotel dibagi menjadi beberapa empat tipe, yaitu:

  • Groceries
    Barang-barang persediaan yang berupa bahan baku untuk mengolah masakan seperti sayur, buah, atau bumbu masak.
  • Guest supplies
    Barang-barang persediaan yang bisa dipakai dan digunakan untuk tamu seperti straw (sedotan), toothpick (tusuk gigi), creamer sachet, tea sachet, coffe sachet, sugar sachet, slipper (sandal hotel), soap (sabun mandi), shampoo, toothpaste (pasta gigi), shower cap (penutup rambut ketika mandi).
  • Stationary
    Barang-barang persediaan yang berupa alat tulis seperti pensil, pulpen, form-form(captain order, bill restaurant, Bill laundry)book ¼ HVS (kertas mirip note book).
  • Linen
    Barang-barang persediaan berupa kain yang ada di hotel. Untuk linen sendiri dibagi menjadi 2, yakni milik Housekeeping dan milik Food & Beverage (F&B).
    Linen yang digunakan dan disimpan di gudang Housekeeping adalah bed sheet, bed runner, bed skirt, bed cover, duvet cover & insert, bad pad, pillow case, blanket ,towel, bath mat. Sedangkan Linen yang digunakan dan disimpan di gudang F&B adalah table cloth, napkin, skirt, place mat, seat cover.
  • Chinese ware
    Chinese ware adalah peralatan makan yang biasanya terbuat dari keramik atau porselen seperti dessert plate, dinner plate, soup bowl, ashtray atau asbak.
  • Silverware
    Silverware adalah peralatan makan yang terbuat dari bahan perak seperti spoon (sendok), fork (garpu), steak knife (pisau untuk makan steak).
  • Glassware
    Glassware adalah peralatan makan yang terbuat dari kaca seperti water goblet (gelas untuk air putih), cocktail glass (gelas yang menyajikan minuman beralkohol/cocktail).

Mungkin teman-teman masih bingung mengapa peralatan seperti linen, silverware, chinaware, glassware dimasukkan ke dalam persediaan?

Jadi begini, misalnya unit hotel membeli dinner plate berjumlah 250 buah, kemudian dibawa ke restaurant sejumlah 100 buah, sisanya masih 150 buah tetap berada di dalam gudang F&B. Nah, jumlah dinner plate yang berada di gudang F&B tersebut akan berkurang apabila terjadi penggantian dinner plate yang rusak ataupun usang dengan dinner plate yang baru yang berasal dari gudang.

Oleh sebab itu, peralatan di atas disebut dengan slow moving item atau persediaan yang perputarannya sangat lambat.

Bagian Ketiga: Intangible Aset (Aset Tidak Berwujud)

Intangible aset merupakan aset non-moneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik, yaitu hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan guna menghasilkan pendapatan.

Contonhya: brand/merek/nama hotel, sumber daya manusia (karyawan), dan goodwill.

Oleh sebab itulah, mengapa membangun sebuah brand, merek atau nama hotel sangat penting, selain membangun SDM-nya. Karena brand atau merek atau nama hotel serta SDM yang dimiliki juga merupakan salah satu aset bagi hotel yang dapat memberikan value (nilai) terhadap tingkat kesuksesan atau redupnya sebuah bisnis di bidang perhotelan.

Sahabat Ajarian, itulah beberapa jenis aset di hotel. Sebagai hotelier jempolan, kita berperan untuk turut serta menjaga aset yang dimiliki oleh hotel. Caranya adalah setidaknya kita minimalkan kejadian lost and breakage (kehilangan dan kerusakan). Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian di dalam bekerja di hotel sehingga kita telah berperan untuk menjaga aset kita.

Sahabat Ajarian! Hotel adalah sawah kita yang harus kita jaga bersama, selayaknya menjaga rumah kita sendiri.

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama

Recommended Posts

AJAR in The News