Taukah Kamu Microbiological Contamination pada Makanan? Ini Nih Penjelasannya

Taukah Kamu Microbiological Contamination pada Makanan? Ini Nih Penjelasannya

Editor AJAR.id

Taukah Kamu Microbiological Contamination pada Makanan? Ini Nih Penjelasannya

AJAR.id – Hello Ajarian! Sebagai food handler, Kamu harus selalu waspada terhadap hal-hal yang mengancam kualitas makanan. Kualitas makanan bisa menurun akibat kontaminasi dari zat-zat yang berasal dari bahan kimia dan mikroorganisme.

Kontaminasi atau pencemaran pada makanan sangat rentan terjadi diakibatkan berbagai faktor, seperti paparan langsung oleh manusia atau karena terbawa udara.

Ada empat kunci utama yang harus selalu Kamu ingat dalam mencegah kontaminasi makanan, yaitu:

  • kesadaran (awareness)
  • kewaspadaan (vigilance)
  • pelaporan yang cepat dan segera (quick and immediate reporting)
  • tanggapan yang efektif (effective responses)

Dalam artikel ini, AJAR.id akan menjelaskan dengan rinci mengenai kontaminasi mikrobiologi (microbiological contamination), yaitu pencemaran yang disebabkan oleh mikroorganisme. Langsung simak aja yuk!

  1. Bakteri
    Bakteri adalah makhluk bersel satu yang bisa ditemukan di mana saja: udara, tanah, di telapak tangan, pada food equipment maupun food utensils. Bakteri bisa hidup pada manusia dan binatang, berkembang biak dengan sangat cepat dalam jumlah besar ketika didukung oleh kondisi udara yang hangat dan lembab.

Faktor lain yang mendukung berkembangnya bakteri yaitu dari segi waktu, makanan dan oksigen. Ukuran bakteri sangatlah kecil, jutaan bakteri bisa muat sebesar lubang jarum saja.

Bakteri berkembang biak rata-rata dalam waktu 10 sampai 20 menit, cepat sekali bukan? Dalam kondisi yang mendukung (seperti suhu 5ºC to 60ºC.), bakteri bisa berkembang menjadi hingga 1 sampai 2 juta sel dalam kurun waktu 7 jam.

Beberapa bakteri yang umum ditemukan pada makanan misalnya:

  • Clostridium perfringens – adalah jenis bakteri yang bisa ditemukan pada makanan matang, makanan yang didinginkan semalaman, atau makanan yang dihangatkan kembali.
  • Sumber utama kontaminasi adalah feses (dari manusia, burung/hewan lain, serangga) yang terbawa ke dalam rantai produksi makanan. Misalnya karena food handler tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau akibat kotoran yang dibawa oleh lalat.
  • Salmonella – bakteri yang sangat umum mencemari makanan.
  • Streptococci – bakteri yang keluar dari hidung atau mulut. Bakteri ini bisa keluar dari batuk atau bersin, kemudian mencemari makanan secara langsung atau melalui tangan.
  • Staphylococcus aureus – bakteri yang berkembang biak dengan sangat cepat, sumbernya adalah dari hidung, tenggorokan, kulit, jerawat, luka, baik secara langsung maupun tidak.
  • Clostridium botulinum – bakteri yang jarang ditemukan namun kontaminasinya sangat mematikan (dengan tingkat kematian 65%).

Setiap kaleng yang 'menyembur' ketika dibuka, bocor atau dalam kondisi 'menggelembung', atau toples dengan segel yang rusak harus segera dibuang karena ini adalah tanda kontaminasi: meski tidak ada bau mencurigakan, makanan sama sekali tidak boleh dicicipi karena sangat beresiko. Ingat, makanan yang terinfeksi bakteri tidak selalu bisa dilihat atau dirasakan

  1. Spora
    Beberapa bakteri bisa bertahan hidup di lingkungan yang keras atau ekstrim dengan cara bertransformasi menjadi spora. Spora memiliki lapisan pelindung yang tebal sehingga membuat mereka sulit dimatikan.

Saat bakteri berkembang menjadi spora, mereka bisa dengan mudah kembali menjadi bentuk bakteria saat kondisinya memungkinkan. Sang spora hanya ‘beristirahat’ hingga menunggu kondisi yang tepat untuk berkembang biak kembali. Namun untungnya, tidak semua jenis bakteri bisa berkembang menjadi spora.

Cara menghentikan pertumbuhan spora agar tidak menjadi bakteri aktif adalah:

  • Menjaga suhu makanan di atas 60oC dan di bawah 5oC.
  • Menjaga dry food tetap dalam kondisi kering.
  • Mendinginkan hot foods dengan segera tanpa melampaui Temperature Danger Zone, bukan dengan cara membiarkan hot foods dalam suhu ruangan.
  1. Jamur
    Jamur bisa bermanfaat dan juga berbahaya bagi makanan. Ada jenis jamur yang merusak makanan dan berbahaya untuk dikonsumsi. Ada pula jamur yang sengaja dikembangbiakan untuk meningkatkan cita rasa makanan, misalnya keju.

Namun, pada umumnya jamur akan membuat makanan menjadi busuk. Ciri-cirinya bisa dilihat dari perubahan warna, rasa dan dari segi fisik makanan yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Jenis jamur ini mudah tumbuh pada roti-rotian, sayur mayur, buah yang terlalu matang dan daging.

Salah satu jenis jamur berbahaya adalah jamur aspergillus yang tumbuh pada tanaman kacang-kacangan. Jamur ini mudah berkembang di lingkungan yang hangat dan lembab lalu memproduksi toksin bernama aflatoxin. Efek dari aflatoxin adalah kanker hati. Sangat berbahaya!

  1. Virus
    Virus merupakan mikroorganisme paling kecil dan sederhana. Sebagian besar virus berukuran 20 kali lebih kecil dari ukuran rata-rata bakteri. Mereka hanya bisa berkembang biak dalam makhluk hidup lainnya.

Berbeda dengan bakteri, virus tidak bisa tumbuh atau berkembang dalam makanan. Virus bereproduksi dengan cara membunuh sel hidup dan membuat sel tersebut mereproduksi virus.

Pada akhirnya, sang virus mengambil alih mekanisme reproduksi makhluk inangnya. Akan tetapi, meski membutuhkan inang untuk berkembang biak, virus tetap mampu bertahan cukup lama tanpa inang lho!

Kontaminasi makanan karena virus ini bisa disebabkan oleh kebersihan diri dan lingkungan yang tidak terjaga serta buruknya proses food handling yang dilakukan. Seorang food handler yang terinfeksi virus akan menjadi penyebab kontaminasi, karena dia terus menerus bersentuhan dengan makanan beserta peralatannya.

Virus juga bisa tersebar lewat makanan. Misalnya ikan laut yang menelan air mengandung virus. Virus tersebut akan masuk ke dalam pencernaan manusia dan menyebabkan penyakit.

Sahabat Ajarian, itulah macam-macam kontaminasi pada makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Selalu jaga kebersihan diri dan makanan yang Kamu produksi ya!

Dengan begitu, Kamu akan mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, spora, virus dan jamur. Ingat lho, menjual makanan bukan hanya soal rasa dan tampilannya saja. Namun juga dengan memastikan makanan tersebut higienis dan aman dikonsumsi.

Baca juga: Cara Menghindari Cross Contamination pada Makanan

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News