Teknik Active Listening dan Reflective Listening dalam Berkomunikasi

Teknik Active Listening dan Reflective Listening dalam Berkomunikasi

Editor AJAR.id

Teknik Active Listening dan Reflective Listening dalam Berkomunikasi

AJAR.id – Hello Ajarian! Kemampuan mendengar (listening skill) acap kali dianggap sepele, padahal skill ini merupakan kunci dari keberhasilan komunikasi dua arah. Dengan listening skill yang baik, Kamu akan memperoleh apresiasi, ucapan terima kasih, dan rasa hormat dari orang lain, baik staf maupun customer. Adapun terdapat dua macam cara mendengarkan yaitu active listening dan reflective listening.

ACTIVE LISTENING

Active listening yaitu saat Kamu tidak perlu berbicara melainkan cukup mendengarkan saja. Body language-mu yang akan menjadi respons atas percakapan tersebut. Berikut adalah contoh penerapan active listening:

  • Menunjukkan kepekaan pada lawan bicara dan menunjukkan rasa hormat.
  • Menampilkan empati pada lawan bicara.
  • Memperhatikan bahasa verbal yang diisyaratkan.
  • Tidak menyela percakapan.
  • Mendorong sang lawan bicara untuk fokus pada topik pembicaraan, bukan pada hal-hal lain.
  • Tidak menghakimi penampilan speaker maupun hal yang mereka sampaikan.

REFLECTIVE LISTENING

Berbeda dengan active listening, di sini Kamu merespons percakapan dengan kata-kata. Reflective listening sangat berguna saat Kamu perlu memberi penegasan, karena jika hanya melalui body language saja pesan sulit tersampaikan. Dalam reflective listening, Kamu diharuskan untuk:

  • Memparafrasakan apa yang dikatakan speaker, contohnya dengan membuat kesimpulan lalu menyampaikannya dengan kata-kata yang mirip.
  • Membaca apakah gestur tubuh mereka seperti ingin menyampaikan sesuatu.
  • Mengajukan pertanyaan untuk memastikan keadaan.
  • Hindari berkomentar atau memberi sanggahan yang tidak perlu.
  • Peka terhadap apa yang dirasakan speaker atau lawan bicara.

Penting diingat nih Ajarian, hanya karena aktivitas berbicara dan mendengarkan percakapan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan berarti Kamu mahir melakukannya! Kembangkan skill-mu agar mampu memahami kapankah Kamu harus diam mendengarkan dan kapan perlu mengutarakan kata-kata.

Baca juga: Komunikasi Non-Verbal/Body Language yang Harus Kamu Ketahui

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News