Tips Menangani Leftover Food di Restoran

Tips Menangani Leftover Food di Restoran

Editor AJAR.id

Tips Menangani Leftover Food di Restoran

AJAR.id – Hello Ajarian! Di restoran, makanan yang sudah siap disajikan tidak selalu terjual habis, terutama restoran dengan konsep buffet. Nah, makanan yang ‘tersisa’ ini disebut sebagai leftover food.

Leftover food bisa langsung dibuang atau disimpan untuk disajikan kembali. Leftover food harus ditangani dengan benar guna menjaga food safety dan efektivitas operasional restoran. Dalam artikel ini, AJAR.id akan menjelaskan beberapa tips yang bermanfaat dalam menangani leftover food di restoran. Simak yuk!

Bagaimana sih cara tepat untuk menangani leftover food?

Tanggung jawab untuk menangani leftover food di restoran ada pada kitchen staffLeftover food umumnya berupa makanan yang diletakkan pada display cabinet untuk dijual namun belum laku sehingga harus disimpan kembali.

Salah satu tugasmu adalah mengembalikan makanan tersebut, dari food display atau buffet table ke kitchen. Beberapa aturan dasar dalam menangani leftover food adalah:

  1. Makanan jenis high risk foods (makanan berprotein tinggi meliputi segala jenis daging, seafood, dan dairy products) tidak bisa dikonsumsi/digunakan bila telah berada selama 4 jam atau lebih dalam suhu 5°C – 60°C (Temperature Danger Zone).
  2. Leftover food harus diberi penutup, ditempelkan label, lalu disimpan dalam kulkas hingga digunakan kembali.
  3. Leftover food harus digunakan/disajikan lebih dulu dalam sesi selanjutnya. Dengan kata lain, utamakan leftover food daripada makanan lain yang baru dibuat.
  4. Leftover food yang disajikan dalam kondisi panas, harus dihangatkan dulu selama satu menit dalam suhu 75°C.
  5. Jika Kamu tidak yakin dengan kualitas leftover food tersebut, sebaiknya makanan dibuang saja.
  6. Makanan yang dikembalikan dari customer tidak boleh digunakan kembali dan wajib dibuang, kecuali yang berbentuk kemasan dan belum dibuka seperti butter
  7. Botol saus dan condiments seperti salt and pepper bisa digunakan kembali selama botol, leher botol, dan tutupnya selalu dibersihkan.

Selain aturan dasar yang disebutkan di atas, mayoritas restoran memberlakukan aturan tersendiri mengenai cara menangani leftover food, beberapa contohnya seperti:

  • Semua leftover food langsung dibuang tanpa pengecualian.
  • Memberikan leftover food untuk dikonsumsi staf namun tidak dibawa pulang
  • Menyimpan high-costfood untuk digunakan kembali dan membuang low-cost food. Sebagai contoh, bahan baku daging tetap disimpan sementara sayur mayur sisa akan dibuang.
  • Memisahkan pembuangan food waste dengan sampah lainnya.

Pahami aturan yang berlaku di lingkungan kerjamu mengenai cara penanganan leftover food yang benar. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan benar setiap selesai bersentuhan dengan sampah makanan ya!

Baca juga: Pentingnya Menyimpan Daging pada Temperatur yang Sesuai

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News